Nasi Basi ! Ini Klarifikasi Panpel dan TD Sepatu Roda

0
174
Ketua Bidang I Sub PB PON XX Kota Jayapura, Rocky Bebena (berbaju kuning), Technical Delegate cabor Sepatu Roda, Jeffry Abel (Tengah), Ketua Panitia Pelaksana cabor Sepatu Roda, Yonas Randan Buak (berbaju merah). [Foto: AY]

Paraparatv.id | Jayapura | 250 paket makanan yang disiapkan saat test event cabang olahraga Sepatu Roda, diakui Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) cabang olahraga Sepatu Roda PON 20, tidak layak makan alias basi. Namun, kejadian tersebut apakah akan terulang saat cabor Sepatu Roda resmi dimainkan pada 27 September mendatang? Berikut ulasannya.

Beredar informasi tentang lauk makanan yang berasa masam dan berbau tak sedap saat dilaksanakan test event cabang olahraga Sepatu Roda PON 20, di Buper, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (18/9) siang.

Kejadian tersebut langsung direspon oleh Sub PB PON XX Kota Jayapura melalui Bidang I (Satu) selaku penanggungjawab pelaksanaan test event.

Ketua Bidang I Sub PB PON Kota Jayapura, Rocky Bebena memediasikan persoalan itu bersama Sekertaris Umum Sub PB PON Kota Jayapura berikut Wakil-wakil Sekertaris, serta turut hadir Technical Delegate (TD) Sepatu Roda, maupun Panitia Pelaksana di kantor Sub PB PON XX Kota Jayapura, Sabtu (18/9) malam.

Ketua Panpel cabor Sepatu Roda, Yonas Randan Buak mengakui kebenaran informasi tentang makanan basi sebanyak 250 kotak, menurutnya hal yang terjadi adalah wajar dalam penyelenggaraan test even,

“berdasarkan fakta, memang benar adanya seperti itu. Saya pikir dengan masalah makanan basi itu, ini kan bagian dari pada uji coba ya, untuk menuju suksesnya PON, sehingga menurut kami itu adalah hal yang wajar, jadi untuk perbaikan, koreksi kita ke depan pada saat nanti tanggal 27 September, hal seperti itu tidak terjadi lagi.” Kata Yonas tegas.

Yonas pun menegaskan bahwa dirinya tidak memberi pernyataan seperti yang telah diberitakan oleh beberapa media online dengan menyebutkan bahwa Ketua Panpel cabor Sepatu Roda menyesalkan penyediaan konsumsi dari pihak ke tiga yang ditunjuk Sub PB PON Kota Jayapura dan menyerahkan urusan konsumsi kepada cabor bersangkutan.

“Saya juga mau klarifikasi di dalam pemberitaan media tadi, saya menyampaikan bahwa, jika misalnya Sub PB PON tidak mampu untuk mengelola konsumsi ini, silahkan diserahkan kepada cabor. Nah! Saya pikir ini pemberitaan yang keliru, karena saya merasa tidak menyampaikan hal itu, karena ini terkait masalah nama baik saya, juga nama baik Sub PB PON sehingga mungkin kita bisa jaga bersama.” Kata Yonas.

Persoalan konsumsi tak layak makan seperti yang terjadi di cabor Sepatu Roda, Sabtu siang itu, menjadi persoalan minor (kurang penting) dalam catatan Technical Delegate (TD) Sepatu Roda.

Jeffry Abel selaku penanggung jawab teknis (Technical Delegate) penyelenggaraan pertandingan cabor Sepatu Roda menyampaikan hal-hal yang berskala makro jauh lebih penting untuk menjadi perhatian semua pihak saat penyelenggaraan PON ke 20, khususnya untuk cabor Sepatu Roda.

Jeffry mengurai temuan kendala teknis yang menjadi catatan agar dibenahi dalam kurun waktu sepuluh hari yakni uji coba sarana (alat) pendukung di venue, seperti kemampuan cadangan daya listrik menggunakan genset, sistem pertandingan, penataan penyelenggaraan yang berstandar Olimpiade, hingga id-card para relawan PON tak luput dalam catatannya.

Mengingat bahwa cabor Sepatu Roda pada PON ke 20 kali ini akan diselenggarakan di venue bertaraf internasional, yakni Klemen Tinal Roller Sport Stadium.

“Untuk bisa mengamankan seluruh resources yang kita punya, dan aplikasi dari bimtek kepada seluruh panpel, seluruh bidang yang ada di dalam panpel cabor sepatu roda. Dalam pelaksanaannya secara technical semua berjalan dengan baik.” Kata Jeffry.

Jeffry Abel pun tak menyepelekan soal konsumsi, menurutnya, situasi ini sangat bisa dipahami oleh TD saat test event diselenggarakan, “bagi kami di TD se-Indonesia, kami sangat memahami ini, bahkan sampai ke hal konsumsi pun kami sangat memahami situasinya, kami tidak akan melakukan penekanan-penekanan yang lebih, karena kami sadari ini test event, kita harus menguji coba semua.” Ungkapnya.

Jeffry mencatat beberapa kali terjadi padam listrik di venue Sepatu Roda, bahkan cadangan alat berupa genset belum optimal digunakan, “ini kan menjadi sebuah koreksi, jadi fokus kita jangan fokus konsumsi saja, banyak lini yang perlu kita perhatikan, dan itu bagian dari tugas saya.” Ujarnya.

Test event secara keseluruhan, dikatakan Jeffry, menyisakan waktu sepuluh hari untuk menata setiap hal, “Kita punya waktu sepuluh hari ke depan untuk menata ini lebih baik. Overall pelaksanaan test event Sepatu Roda sudah 90 persen, kita sukses tadi. Lebih besar kemegahan penyelenggaraan pertandingan tadi dibanding isu yang ini (makanan).” Kata Jeffry.

Jeffry Abel mengimbau agar kejadian yang kurang mengenakan terkait konsumsi tidak perlu berlarut-larut, dirinya lantas memuji Sub PB PON XX Kota Jayapura sebagai klaster penyelenggara yang telah berupaya maksimal sukseskan PON ke 20.

“Ini bukan sesuatu hal perkara yang terlalu besar kita blow up ke sana ke mari karena akan memberikan efek yang kurang baik bagi kontingen yang akan datang, efek juga tidak baik di internal kita, terutama PB PON dan Sub PB PON.” Kata Jeffry seraya berpesan.

“Efek yang harus kita kembangkan adalah bahwa kita bisa menyelesaikan masalah, sebab penyelenggaraan sebuah pertandingan itu tidak akan pernah lepas dari masalah. Pasti punya masalah. Tapi bagaimana kita keluar dari masalah itu dan menyelesaikannya dengan gilang gemilang. Itu menjadi titik penting.” Tandasnya.

Ketua Bidang I Sub PB PON XX Kota Jayapura, Rocky Bebena dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada ketua panpel maupun TD cabor Sepatu Roda sekaligus pihaknya menerima kekurangan dan masukan sebagai suatu evaluasi yang baik.

“Ini salah satu langkah fair play sebagai olahragawan untuk menyelesaikan masalah, karena jangan kita menjadi orang yang pengecut. Malam ini kita bisa ketemu dan kita langsung memberikan pernyataan klarifikasi, tidak ada pernyataan pembelaan, tapi ini fakta dan juga penyampaian yang valid dari ketua panpel dan juga TD.” Pungkas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Rocky Bebena, M.Pd. (AY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here