Koperasi ini Siap Rangkul UMKM se-Papua

0
129
Manager Koperasi Papua Timber Jaya, Andy Nova Priyanto (kemeja batik). (Foto: ITH)

Paraparatv.id | Jayapura | Koperasi Papua Timber Jaya hadir di Tanah Papua untuk menggandeng Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di segala sektor dan akan diperkenalkan produk-produk asli Papua ke tingkat Nasional dan Internasional.

Manager KPTJ, Andy Nova Priyanto mengaku hadirnya koperasi ini di Tanah Papua menjadi satu terobosan positif untuk mengangkat UMKM di segala bidang agar dapat tembus pasar Nasional dan Internasional.

Suasana industri di Koperasi Papua Timber Jaya. (Foto: ITH)

“Satu visi yang akan saya lakukan disini yaitu memperkenalkan produk-produk Papua tembus pasar luar negeri,” kata Andy saat berbincang-bincang bersama tim paraparatv.id, Sabtu (10/7/2021).

Puluhan tahun bekerja secara freelance bekerjasama dengan teman-teman di luar negeri dengan ekspore furniture dan kayu. “Atas dasar itulah misi utama kami yaitu membawa UMKM disini (Papua) dapat diperkenalkan ke masyarakat Internasional,” kata Andy.

Tenaga kerja aktif di industry koperasi ini, lanjut Andy, sebanyak tujuh orang dengan UMKM sebanyak 27 anggota yang tersebar di Kabupaten Jayapura, Keerom dan Kota Jayapura. Tak menutup kemungkinan, kata Andy, sebaran semakin luas dengan menjangkau kabupaten lainnya di Tanah Papua.

Pekerja di Koperasi Papua Timber Jaya. (Foto: ITH)

“Baru 2 kabupaten dan 1 kota saja anggota UMKM kami, karena koperasi ini baru berdiri beberapa bulan dan kedepan memang orientasi ke kabupaten lainnya,” dikatakan Andy yang telah bekerja di bidang perkayuan selama 21 tahun.

Pihaknya berkeinginan dihidupkannya permebelan penduduk asli Papua, sehingga mereka mempunyai lapangan kerja baru dan harapan baru di bidangnya. “Koperasi ini mempunyai wadah bagi mereka (mebel & somel) yang tak mempunyai izin usaha. Sehingga mereka bisa dibawah paying koperasi untuk lakukan usaha,” kata Andy.

Pekerja di Koperasi Papua Timber Jaya. (Foto: ITH)

Apa untungnya menjadi anggota koperasi Papua Timber Jaya? kata Andy, sangatlah penting jika bergabung nanti akan mudah menyamakan bahan dasar, harga pokok penjualan (HPP) ke pelanggan, pemesan atau pembeli.

“Mereka (mebel dan somel) penting menjadi anggota kami, karena kami sebagai wadah dari pemerintah untuk mensejahterakan UMKM yang ada di sini (Papua),” kata Andy.

Ketua Koperasi Papua Timber Jaya, Alexandra Ivona membeberkan produsen ini berdiri untuk memasukan pengrajin dan pengusaha kayu lokal di Papua mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA).

Ketua Koperasi Papua Timber Jaya, Alexandra Ivona. (Foto: ITH)

“Langkah awal kami gandeng UMKM di bidang furnitur, asesoris, dekorasi interior dan rumah adat premium yang terbuat dari kayu keras pilihan dari tanah Papua,” kata Sandra sapaan akrabnya.

Pihaknya juga memiliki kesatuan hati untuk bisa mendaur ulang banyaknya Limbah kayu di papua ini supaya bisa diproduksi dan dipasarkan keseluruh Indonesia, serta mengekspor ke pelanggan di seluruh dunia.

“Produk utama kami adalah rumah adat bongkar pasang, furnitur serta interior ruangan dengan menggunakan kayu yang asli dari Tanah Papua. Harga kami bersaing dan Kami terbiasa bekerja dengan desain khusus dari pelanggan kami,” dikatakan Sandra.

Koperasi yang menjadi sentra industri kecil Papua ini siap bersaing dalam skala nasional maupun internasional dengan pengembangan produksi kayu di Tanah Papua, didukung mesin-mesin olahan kayu, juga sebagai sumber pendapatan daerah, dan juga menjadi contoh daur ulang limbah kayu bekas menjadi sumber produksi. (ITH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here