Mengutuk Keras Penembakan Guru di Papua, PGRI Yapen terbitkan 4 Pernyataan Sikap

0
94
Pengurus PGRI Kabupaten Kepulauan Yapen saat konferens pers.

Paraparatv.id | Serui | Penembakan Kelompok Kriminal dan Separatis Bersenjata ( KKSB ) yang menewaskan dua guru di Kampung Julukoma Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, menyita perhatian banyak pihak khususnya para guru-guru se Indonesia. menyikapi apa yang terjadi Pengurus PGRI Kabupaten Kepulauan Yapen sangat menyesalkan dan mengutuk kelompok kriminal bersenjata yang telah melakukan aksi tidak manusiawi tersebut. tegas Philipus Wairara, kepada awak media saat melakukan konferensi pers, di aula SMK YKP serui. Selasa (13/4/2021).

“Kami mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan tewasnya dua orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut”.tegas Philipus Wairara, kepada awak media saat melakukan konfrensi pers, di aula SMK YKP serui. Selasa (13/4/2021).

Hal senada juga di lontarkan oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Papua Origenes Runtuboi yang mana dirinya mengatakan, guru di daerah konflik papua kembali menjadi korban kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata untuk kesekian kalinya. ia menegaskan, guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang bertugas mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

Origenes Runtuboi ungkapkan, sangat berharap adanya suatu perlindungan bagi guru-guru yang sedang melaksanakan tugas, bukan hanya saja dalam menjaga keamanan namun juga dari tindakan seksual yang di lakukan untuk guru.

“kami sangat berharap adanya suatu perlindungan kepada guru karena guru juga mempunyai perlindungan keselamatan, tentunya akan melakukan koordinasi dengan pihak polri dan TNI dalam melakukan pengamanan bagi guru terlebih saat melaksanakan tugas “.tandas Wakil Ketua PGRI Provinsi Papua.

Sebagai bentuk turut berduka cita, PGRI yapen akan melakukan aksi sosial dengan melakukan aksi sumbangan dari semua guru-guru se kabupaten yapen untuk selanjutnya di serahkan kepada keluarga dari dua guru tersebut bahkan akan mensisipkan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang tertimpah bencana banjir di NTT.

PGRI Yapen juga dalam kesempatan ini membacakan pernyataan sikap atas tewasnya dua orang guru tersebut yaitu, PGRI kabupaten kepulauan yapen mengutuk keras kebiadaban yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata yang menewaskan dua sahabat guru sebagai pekerja kemanusiaan di kabupaten puncak.

PGRI kabupaten kepulauan yapen meminta kepada pemerintah provinsi papua, untuk dapat menghadirkan rasa aman, nyaman,  dan keterlindungan bagi setiap guru yang mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan di daerah konflik.

Tugas guru sangat tidak bersinggungan dengan kepentingan politik apapun, tugas guru adalah kemanusiakan manusia termasuk anak anak papua yang berada di gunung-gunung, dilembah-lembah,  di pesisir pantai dan di pulau-pulau, oleh karena itu PGRI kabupaten kepulauan yapen meminta komnasham papua untuk mengusut tuntas para kelompok kriminal bersenjata yang sampai saat ini masih bebas melakukan aksi kejinya dengan menewaskan pekerja kemanusiaan yang tanpa kesalahan apapun.

dan pernyataan sikap terakhir yaitu PGRI kabupaten kepulauan yapen meminta pemerintah kabupaten puncak dan pemerintah provinsi papua untuk memberikan penghargaan yang sepantasnya kepada kedua sahabat guru yang tewas. (Herman Betta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here