Ketum Persipura Himbau Persipura Mania Menahan Diri

0
177
Benhur Tomi Mano, Ketua Umum Persipura Jayapura

Paraparatv.id | Jayapura | Upaya persipura Mania dalam mendukung tim kebanggaannya menggelar perhelatan kompetisi club se Asia di stadion mandala Jayapura akirnya kandas setelah Organisasi Induk Olahraga KONI Papua melayangkan surat No. 195/Umm/ KONI-Papua/IV/2021 tentang penggunaan Stadion Mandala dengan isi surat TIDAK DIBERIKAN IZIN PENGGUNAAN STADION MANDALA.

Hal tersebut mendapat reaksi dari pecinta sepak bola dan persipura mania yang dibalas dengan akan menggelar aksi demo damai dengan mendatangi DPRD Papua dan KONI Papua pada Kamis, 29 April 2021.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mengambil langkah untuk meredam aksi yang akan dilakukan persipura mania.

“Saya sangat memahami apa yang dirasakan oleh suporter dan masyarakat pecinta Persipura, kita punya kesedihan yang sama, kita punya kekecewaan yang sama, kita juga sama-sama kaget dan heran atas keputusan itu,”ungkap Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur tomi mano, melalui realis yang diterima redaksi, Rabu, 28 April 2021.

Benhur Tomi Mano mengharapkan aksi demo yang akan digelar persipura mania dapat menahan diri, pihaknya yakin Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada Persipura jayapura dengan persoalan yang dihadapi.

“Saya mohon dengan sangat kepada teman-teman untuk bisa menahan diri, kita semua anak-anak Tuhan, harus bisa menahan diri ya, saya yakin dan percaya Tuhan Kita Sangat Baik, Tuhan akan berikan jalan keluar untuk Persipura dan kita semua.

Surat KONI Papua

Untuk itu, saya selaku Ketua Umum Persipura memohon agar seluruh suporter dan pecinta Persipura dapat menahan diri untuk tidak lakukan demo,”Cetus BTM.

“Ada beberapa hal yang harus teman-teman dipertimbangkan untuk saat ini, kita masih dalam suasana pandemi covid19, kita dalam suasana persiapan jelang PON, saudara-saudara kita yang muslim sedang beribadah puasa, mari kita jaga suasana ini untuk tetap dingin, demi kebaikan kita bersama, sekali lagi saya mohon kepada seluruh elemen suporter untuk tidak lakukan demo saat in,”tambah BTM.

BTM menguraikan, surat yang dilayangkan KONI tersebut sedikit ganjal karena sebelumnya surat yang diterima persipura diijinkan menggunakan stadion mandala dan ditawarkan bermain di stadion Lukas Enembe, tetapi tiba-tiba dibatalkan

“Memang kita merasa janggal dengan keputusan KONI tersebut, karena sebelumnya sudah ada penyampaian ke kami kalau diijinkan, bahkan kami diminta untuk main di Stadion Lukas Enembe, dan tiba-tiba sekarang tidak diijinkan, dengan 2 (dua) alasan yang menurut kami kontradiktif, yang pertama sedang di rehab, yang kedua dipakai untuk latihan, loh sedang di rehab kok bisa dipakai latihan ? Dan juga selama dua minggu ini kan Persipura diijinkan latihan disana, selama latihan kami tidak lihat ada pekerjaan, yang kami tahu semua sudah tuntas, ini yang menurut kami juga aneh,”ungkap BTM.

“Tetapi jangan kemudian kita marah dan ribut, jangan ya, kita sebagai manusia bisa sedih dan kecewa tapi saya minta tolong jangan ribut, mari kita tunjukkan bahwa kita cerdas dan punya kemampuan untuk mencari solusi tanpa keributan, saya minta teman-teman untuk tidak demo, kalau bisa silahkan dialogis, atau audiens dengan protokol kesehatan yang ketat, jangan ramai-ramai, kalau bisa beberapa perwakilan saja, kita harus tetap jaga citra baik karena kita adalah tuan rumah PON, kalau kita ribut terus, kontingen-kontingen yang mau datang nanti takut, khawatir dan tidak tenang, karena tuan rumah ribut terus, kita harus jaga suasana dan dinamika yang positif, kita harus berikan rasa percaya, rasa aman dan tentram untuk calon tamu – tamu kita di PON nanti, Tambahnya.

BTM yang juga sebagai Wali Kota Jayapura menghimbau agar seluruh komponen dapat mematuhi seluru ketentuan terutama dalam mensukseskan penyelenggaraan PON di Kota jayapura agar tetap menjaga situasi kota jayapura tetap kondusif, karena kota jayapura harus mensuksekan PON XX tahun 2021.

“Kami dari Manajemen Persipura Jayapura pasti mendukung PON, Saya ini Walikota Jayapura, saya tuan rumah disini, semua orang yang masuk wilayah ini adalah tamu saya, kalau kita ribut-ribut kan nanti kacau, kita juga yang malu, jangan lah, kita sebagai pimpinan juga jangan memperkeruh keadaan, mari kita lebih tenang dan berpikir baik.

“Sejujurnya kami juga tidak mau ganggu Mandala kalau ada alternative lapangan lain, sayangnya tidak ada, sehingga Mandala yang kami daftarkan ke AFC, dan itu hanya untuk AFC saja, karena kami tidak mau ganggu PON, kami mau PON sukses, kami sudah pertimbangkan itu jauh – jauh hari, tapi kasus AFC ini kan beda, karena verifikasinya sangat ketat dan AFC tidak ada toleransi, jadi kita daftarkan Mandala karena sudah pernah lolos verifikasi AFC, dan hanya dipakai 2 (dua) hari saja yaitu 18 dan 19 Mei 2021. Kami juga yakin kalau AFC main di Mandala bisa jadi ajang promosi untuk PON Papua juga, karena ini skala internasional, gaungnya lebih besar” Tutupnya. (  Redaksi/ Media Officer  Persipura )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here