Jan Christian Arebo: Otonomi Khusus Papua Harus Di Evaluasi

0
330
Jan Christian Arebo

Paraparatv.id | Jayapura | Pemuda Adat Papua mendukung agar implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus di Tanah Papua yang diberlakukan sejak

2001 hingga kini, agar segera dilakukan evaluasi, sehingga dapat diketahui pencapaiannya sudah sejauh mana dalam mengangkat dan memajukan harkat dan martabat Arang Asli Papua.

Demikian pernyataan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo, saat melakukan penebaran bibit ikan mujair dengan sistem keramba apung, di batas kota Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, baru-baru ini.

“Dievaluasi agar kita tahu dimana kekurangan dan kelebihannya. Nah, kalau bicara kekurangan inilah yang perlu diboboti lagi, jika Otsus di lanjutkan sehingga kedepan tidak ada program yang tumpang tindih dan bisa lebih mensejahterakan orang asli Papua,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Pusat selama ini sangat intens memberikan perhatian serius kepada Provinsi Papua dan Papua Barat, hal ini dapat dibuktikan dengan kehadiran Presiden Jokowi di Bumi Cenderawasih 13 kali, sebagai bukti dukungan pembangunan dalam bidang infrastruktur hingga kesehatan.

“Semua sangat baik sejauh ini, jadi kalau ada yang melontarkan narasi gagal, itu gagal dimana, dibagian mana, harus dijelaskan dengan data-data pembanding, sehingga menjadi bahan argumen yang jelas dan pasti, bukan debat kusir,” katanya.

Untuk itu, lanjut Arebo, Evaluasi itu sangat penting sehingga bisa memberikan saran dan masukan bukan menolak tanpa ada solusi, karena selama ini kita bisa lihat pembangunan di mana-mana, itu karena implementasi Otsus, ada putra-putri Papua, bisa kuliah hingga ke luar negeri itu karena kebijakan dari adanya Otsus.

“Kalau kita tidak lakukan Evaluasi terhadap Otsus, dimana bisa kita tahu kegagalnya. Kalaupun ada indikasi kerugian negara, yah mari kita sama-sama Evaluasi, agar kita tahu anggaran di pos mana yang tidak maksimal atau diselewengkan, jangan bilang gagal, lalu tolak karena sudah menikmati dana Otsus,” katanya.

Ada banyak keberhasilan yang dapat kita lihat sejak diberlakukannya Otonomi Khusus di Tanah Papua. Sebagai contoh didunia Pendidikan ada sekitar 1.000 lebih mahasiswa yang di kuliahkan ke luar negeri, dan yang mendapat beasiswa untuk kuliah di kampus-kampus ternama di luar Papua dan di tanah Papua.

“Ini sebenarnya contoh riil, tinggal bagaimana adik-adik mahasiswa yang sudah telah selesai kuliah diluar negeri harusnya bisa tunjukan diri dan berani mengatakan bahwa mereka bisa berkuliah di luar negeri, itu karena adanya Dana Otsus, kenapa harus takut,” katanya.

Sementara itu, Arebo sapaan akrab Jan Christian Arebo, juga menyoroti soal Dewan Perwakilan Rakyat Papua, yang tengah melakukan pembahasan Otsus dengan melibatkan BEM Uncen yang nyata-nyata menolak keberlanjutan Otsus.

“Sebagian besar BEM Uncen kan sudah dipengaruhi oleh kelompok-kelompok yang bertentangan dengan pemerintah, seperti KNPB, sehingga tidak sepantasnya mereka dilibatkan, karena pada akhirnya penolakan akan terjadi,” tegasnya.

Ditambahkan Jan Arebo, seharusnya DPRP sebagai lembaga yang mewakili rakyat harus mengundang kelompok masyarakat yang berpikiran moderat, demi kemajuan Papua, bukan sebaliknya.

“Seharusnya kami yang diundang, BMP, kelompok Cipayung ataupun organisasi resmi yang tidak berafiliasi dengan kelompok-kelompok yang bertentang dengan pemerintah. DPRP kok bisa percaya sama kelompok yang begituan, sama saja DPRP mendukung kelompok yang menolak Otsus dan dukung referendum,” katanya.*(Redaksi Paraparatv.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here