Festival Mangga Golek Bikin Kecewa Netizen, Ini Sebabnya

0
88
Suasana Ruas Jalan Pergi pulang ke kampung Dormena, distrik Depapre,

Penulis : Irfan

Sentani | Paraparatv.id |  Agenda Kabupaten Jayapura Festival Mangga Golek 2020 digelar di Kampung Dormena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu-Sabtu (19-22 Agustus 2020).

Agenda yang baru pertama kali diadakan di Kabupaten Jayapura itu ternyata membuat kecewa para pengunjung yang aktif di dunia maya (netizen). Termasuk mereka yang tergabung dalam grup Facebook Info Kejadian Kota Jayapura (IKKJ).

Netizen menganggap kebanyakan mangga golek yang dijual di festival tersebut dibanderol dengan label harga tinggi. Menurut mereka, Festival Mangga Golek 2020 seharusnya mematok harga di bawah pasaran. Begitu juga dengan stok mangga yang disediakan di lokasi festival itupun terbatas karena sudah habis jelang siang harinya, sehingga para pengunjung yang tiba di lokasi sekitar jam 10 keatas tidak dapat menikmati buah mangga golek khas Dormena secara gratis sesuai promosi yang ditawarkan oleh panitia pelaksana.

Menurut netizen, festival Mangga Golek di tahun pertama ini menyajikan mangga golek dengan harga murah sesuai iklan atau promosi di berbagi media sosial maupun media mainstream.

“Tolong lain kali panitia yang buat acara, dipersiapkan matang-matang. Jangan sampai kami yang datang jauh-jauh kecewa seperti di Dormena yang rugi waktu dan tenaga. Jangan buat promosi kalau mangga saja masih pagi sudah habis. Harganya juga lebih mahal dari harga kota, plus bonus macet luar biasa, jalan 3 km ke tempat acara yang ujung-ujungnya ternyata tidak ada mangga,” tulis pengguna akun Facebook Nining Wahyuningsih.

Mereka yang mengaku sudah mengunjungi Festival Mangga Golek 2020 merasa kecewa. Dengan harga Rp 50.000 hanya dapat tiga buah mangga golek, sejumlah netizen menganggap harga mangga golek yang ditawarkan di acara festival yang akan dijadikan agenda tahunan oleh Pemkab Jayapura itu beda jauh dengan harga mangga yang dijual di pasar-pasar tradisional yang ada di perkotaan.

“Secara pribadi dan organisasi Gapura, saya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara Festival Mangga Golek. Karena untuk memulai sesuatu itu sangat susah, tetapi dengan susah payah teman-teman telah coba menggagas satu iven yang luar biasa hebat yang dapat menjadi agenda rutin tahunan. Namun ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian kita bersama yaitu, harga mangga golek sangat mahal. Sebab, buah mangga harganya Rp 50.000. Padahal di Pasar Sentani 4 buah itu Rp. 50.000. Kemudian mangga sudah habis sejak siang hari pukul 12.00,” tulis pengguna akun Facebook Yebhei Ohei.

“Akses keluar masuk kendaraan harus di pikirkan secara baik. Supaya tidak macet seperti hari ini, harus ada parkiran dan harus ada stand-stand yang menyajikan olahan buah mangga seperti slei mangga, jus mangga, sirup mangga dan lain-lain. Inilah beberapa hal yang menjadi saran dan masukan atas pelaksanaan Festival Mangga Golek, tema nya sudah baik ‘Uang datang ke Kampung, tetapi karena macet maka sebagian uangnya juga macet di jalan dan tidak sampai di kampung. Bahkan uang balik dari kampung ke kota,” sambung tulisan dari pengguna Facebook Yebhei Ohei ini.

“Info hari ini tanggal 20 Agustus 2020, mobil, motor dan manusia menjadi korban. Karena adanya kegiatan yang di lakukan Festival Mangga Golek di Kampung Dormena Distrik Depapre Kabupaten Jayapura. Lain kali pemerintah maupun organisasi mana saja kalo buat kegiatan seperti ini di kampung atau distrik, perlu di perhatikan jalan yang baik dan pilih lokasi yang strategis yang bisa menampung mobil, motor dan manusia. Jangan asal buat kegiatan,” timpal pengguna akun Facebook John.

“Ternyata kenyataan tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh ketua Festival Mangga Golek, capek di dapat bukan mangga golek yang di bawa pulang. Tapi mangga telur alias kosong. We kk, ko tra kosong,” tulis pengguna akun Facebook Percayalah Padaku.

Sebagian netizen lain yang juga mengaku sudah tiba di lokasi malah disuruh putar balik akibat macet panjang dan tidak adanya parkiran yang memadai di lokasi Festival Mangga Golek 2020. Mereka juga menganggap mangga golek yang ditawarkan saat promosi oleh panitia, bahwa para pengunjung bisa menikmati mangga golek dengan gratis di lokasi festival. Karena panitia menyiapkan ribuan buah mangga atau ratusan ton mangga, namun kenyataannya tidak seperti itu karena buah mangga sudah habis jelang masuk siang harinya. Begitupun juga dengan harga mangga golek yang ditawarkan panitia kepada pengunjung, jika ingin membawa pulang mangga golek akan diberikan harga terjangkau. Namun kenyataannya harga mangga golek dibanderol dengan harga yang mahal.

Mereka bahkan membandingkan harga mangga golek yang dijual di tempat lain atau di pasar tradisional yang ada di Kota Sentani maupun di Kota Jayapura justru lebih murah. Padahal, rasanya pun tak berbeda.

Sebelumnya, diberitakan salah satu media online lokal Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menggelar Festival Mangga Golek di Kampung Dormena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, 19-22 Agustus 2020.

Festival ini digelar sebagai salah satu upaya Pemkab Jayapura dalam penanganan pandemi Covid-19, yaitu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Warga di setiap Kampung di minta kembali mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Ketua Panitia Festival Mangga Golek, Jhon Wiklif Tegai mengatakan, tujuan dilaksanakannya Festival Mangga Golek di kawasan pesisir adalah menyikapi adanya pembatasan waktu beraktivitas yang ditetapkan oleh pemerintah daerah karena adanya pandemi Covid-19.

Namun, kebanyakan masyarakat, melaui media sosial, justru mengungkapkan rasa enggan mereka untuk mengunjungi salah satu agenda yang akan dijadikan agenda tahunan Kabupaten Jayapura itu setelah membaca kekecewaan netizen lain yang mengaku telah berkunjung.  **

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here