Example floating
Ekonomi

BI Papua Perkirakan Kebutuhan Uang Jelang Pilkada 2020 Menurun

340
×

BI Papua Perkirakan Kebutuhan Uang Jelang Pilkada 2020 Menurun

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga saat menjelaskan ciri-ciri keaslian uang rupiah edisi kemerdekaan. (Foto : Sari)

Penulis : Redaksi / Sari

Jayapura | Paraparatvid | Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memperkirakan kebutuhan uang menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Papua menurun.

---

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, perkiraan menurunnya kebutuhan uang menjelang Pilkada lantaran tahun ini di Indonesia termasuk di Papua masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Dalam konteks pandemi Covid-19, kami perkirakan aktivitas menjelang Pilkada seperti kampanye terbuka yang melibatkan banyak orang sekarang terbatas, jadi mungkin hanya melalui pertemuan virtual, makanya penggunaan uang tidak semasif Pilkada normal,” kata Naek, Rabu 19 Agustus 2020.

Seperti diketahui, Pilkada serentak tahun 2020 di Papua diikuti 11 kabupaten yaitu Kabupaten Waropen, Supiori, Merauke, Yalimo, Boven Digul, Asmat, Mamberamo Raya, Nabire, Keerom, Pegunungan Bintang dan Yahukimo.

Selain itu, dirinya mengharapkan selama pilkada beguliri, pihkanya mengantisipasi terjadinya peredaran uang palsu ditengah masyarakat saat Menjelang Pilkada serentak tahun 2020

Bank Indonesia Provinsi Papua mengantisipasi peredaran uang palsu. BI, kata Naek, secara masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keaslian uang rupiah.

Naek menyampaikan bahwa sesuai Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2011, orang yang memalsukan uang dapat dipidana maksimal 15 tahun hukuman penjara.

“Kami sangat merespon baik aturan ini agar menjadi efek jera bagi pelaku pemalsuan uang rupiah,” ucapnya. **

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advetorial

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota, Sirante Banne Ringgi (kiri), memimpin apel tim Pelayanan Teknik yang mayoritas laki-laki sebelum bertugas. Sirante mewujudkan kepemimpinan perempuan yang kuat melalui komunikasi yang mengayomi, menekankan keselamatan, dan mengedepankan empati dalam melayani pelanggan di pusat dinamika Provinsi Papua Barat.(*)

Advetorial

(Kiri ke Kanan) General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur, EVP Operasi Distribusi Ignatius Rendroyoko, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew berfoto bersama usai pertemuan sinergi di Manokwari. Kolaborasi kuat ini diharapkan mampu mempercepat target “Papua Terang” dan kemandirian energi di tanah Papua.(*)