Example floating
AdvetorialBERITAKABAR YAPEN WAROPENPeristiwa

Tokoh Adat Ajak Masyarakat Yapen Perkuat Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Pangan Lokal

48
×

Tokoh Adat Ajak Masyarakat Yapen Perkuat Ketahanan Pangan melalui Pemanfaatan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Yapen | Tokoh adat Elvis Matui mengajak masyarakat adat di Kabupaten Kepulauan Yapen untuk meningkatkan pemanfaatan lahan dan mengembangkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan pertanian yang dirangkaikan dengan penyaluran bantuan bibit dan bantuan sosial sembako kepada masyarakat adat di Kampung Menawi, Distrik Angkaisera. Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat adat yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Elvis Matui menyampaikan bahwa Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kembali melihat berbagai potensi pangan yang tersedia di Kabupaten Kepulauan Yapen. Sagu, keladi, singkong, pisang, sayuran, hasil kebun dan hasil perikanan dinilai perlu terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah dan kebun, dengan menanam tanaman pangan sesuai kondisi wilayah. Menurutnya, keterlibatan generasi muda juga penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian sehingga sektor tersebut tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha bagi keluarga.

Terkait program PSN Food Estate di Kabupaten Merauke, Elvis menyampaikan bahwa upaya peningkatan produksi pangan nasional perlu didukung dengan tetap memperhatikan keberadaan masyarakat adat, hak ulayat dan kelestarian lingkungan. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen juga dapat berkontribusi melalui pengembangan pangan lokal yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Elvis turut menyampaikan keprihatinan terhadap aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya. Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan yang dapat memicu konflik dan tetap mengutamakan penyelesaian persoalan melalui komunikasi secara damai.

Terkait adanya ajakan untuk menolak program MBG, masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang baik. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, hal tersebut dapat disampaikan kepada pihak terkait untuk dilakukan evaluasi. Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program MBG juga diharapkan dapat memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha pangan di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Selain penyampaian dari tokoh adat, masyarakat juga mendapatkan penyuluhan mengenai pemanfaatan lahan secara produktif. Masyarakat didorong untuk menanam berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, seperti sayuran, pisang, keladi dan singkong. Pemanfaatan lahan secara optimal diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Dalam penyuluhan tersebut juga dijelaskan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit, tetapi juga dipengaruhi oleh proses penanaman dan pemeliharaan. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lahan, pola tanam, kebutuhan air serta perawatan tanaman agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal.

Selain untuk kebutuhan keluarga, hasil pertanian yang berlebih dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Masyarakat juga diharapkan dapat menyisihkan sebagian hasil panen untuk dikembangkan kembali sehingga kegiatan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat mengenai pengembangan pangan lokal, pemanfaatan pekarangan dan lahan yang belum produktif, serta penjelasan mengenai pemanfaatan dan perawatan bibit. Selanjutnya dilakukan penyaluran bantuan sosial sembako dan bantuan bibit kepada masyarakat adat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin aktif memanfaatkan potensi lahan dan pangan lokal serta mengembangkan kegiatan pertanian secara bertahap. Penguatan ketahanan pangan berbasis potensi daerah diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga di Kabupaten Kepulauan Yapen.(EB)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *