Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura telah meninjau dan memastikan kesiapan lahan seluas sekitar 100 hektar di wilayah Koya, Distrik Muara Tami, untuk pelaksanaan tanam padi perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 mendatang.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH., MH., bersama Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, telah melakukan tinjauan langsung ke lokasi.
“Kami bersama Bapak Wakil Gubernur datang melihat langsung kesiapan lahan. Di Koya terdapat sekitar 100 hektar yang tersebar di beberapa titik dan sudah siap untuk pelaksanaan tanam padi perdana,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua mendapatkan alokasi pengembangan lahan pertanian seluas 30.000 hektar dari pemerintah pusat, dengan Kota Jayapura khususnya Distrik Muara Tami sebagai lokasi prioritas.
“Target kita secara keseluruhan 30.000 hektar di Provinsi Papua. Untuk Kota Jayapura, kita mulai dari 100 hektar di Koya. Sejauh mana capaian yang bisa kita raih, di situ yang akan kita kelola secara maksimal,” jelas Wali Kota.
Pemerintah mengajak para petani yang memiliki lahan potensial untuk melaporkan diri kepada Dinas Pertanian Kota Jayapura maupun Provinsi Papua untuk dikelola secara kolaboratif dalam mendukung program swasembada pangan.
“Kami membuka ruang bagi bapak ibu petani yang memiliki lahan dan ingin dikelola bersama. Silakan laporkan ke Dinas Pertanian kota maupun provinsi agar kita bisa berkolaborasi,” tambahnya.
Pemkot Jayapura juga mengharapkan dukungan dari kementerian terkait dalam penyediaan alat dan sarana pertanian agar proses penanaman berjalan optimal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua menyampaikan apresiasi kepada para petani yang mendukung program penguatan sektor pertanian.
“Terima kasih kepada para petani yang telah mendukung program pemerintah. Ke depan melalui para petani dan penyuluh kita akan terus mengidentifikasi lahan-lahan baru agar target 30.000 hektar untuk provinsi Papua dapat terpenuhi, karena kuota itu ada, tetapi untuk penyimpanan lahan kita kembalikan ke para petani,” ucapnya.
Wilayah Koya di Distrik Muara Tami diproyeksikan menjadi lumbung pangan bagi Kota Jayapura dan Provinsi Papua, sekaligus bagian dari cadangan pangan nasional di wilayah timur Indonesia. Pemerintah daerah berharap sinergi antar pihak dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.(Redaksi)
















