Paraparatv.id|Sentani| – Seorang staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Simon Pampang, meninggal dunia saat mendampingi Bupati Jayapura Yunus Wonda dalam kunjungan kerja ke Kampung Omon, Distrik Gresi Selatan, Rabu (7/1/2026). Kampung tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah paling terisolir di Kabupaten Jayapura.
Almarhum diduga meninggal akibat kelelahan ekstrem setelah menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki melewati medan berat. Rombongan bupati memulai perjalanan dari Kampung Bangai, pusat Distrik Gresi Selatan, menuju Kampung Omon dengan jarak sekitar 17–18 kilometer dan waktu tempuh mencapai delapan jam.
Berdasarkan kronologi di lapangan, Simon Pampang sempat beberapa kali beristirahat di tengah perjalanan. Namun, pada titik istirahat terakhir, ia diketahui duduk selama beberapa menit sebelum mengalami muntah-muntah, pingsan, dan akhirnya meninggal dunia di lokasi.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Jayapura yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait kesiapan dan briefing sebelum keberangkatan, Bupati Jayapura Yunus Wonda menegaskan bahwa seluruh prosedur persiapan telah dilakukan.
“Waktu kami berangkat dari Kampung Bangai, kami sudah berdoa dan saya sudah menyampaikan agar semua mempersiapkan diri, termasuk kesehatan. Saat itu semua dalam kondisi siap untuk berjalan. Peristiwa ini di luar rencana dan prediksi kami, dan ini adalah musibah yang membuat kami sangat terpukul,” ujar Yunus Wonda, Kamis (8/1/2026).
Yunus juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum dan memastikan akan mengunjungi rumah duka jika memungkinkan.
“Saat masuk jalur, kondisi almarhum sangat sehat. Bahkan beliau berada di depan rombongan dan semangatnya lebih tinggi dari kepala dinasnya sendiri. Kami tidak pernah berpikir hal ini bisa terjadi,” katanya.
Dalam pernyataannya, Bupati Jayapura menyebut Simon Pampang sebagai pejuang dan abdi negara yang telah mengorbankan tenaga dan nyawanya demi tugas pelayanan pemerintahan.
“Bagi kami, beliau adalah pahlawan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Beliau gugur dalam perjuangan menjalankan tugas,” tegas Yunus.
Tragedi ini sekaligus menjadi cermin kerasnya kondisi geografis dan minimnya akses transportasi di wilayah-wilayah terisolir Kabupaten Jayapura. Kampung Omon hingga kini hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki berjam-jam melalui medan ekstrem, situasi yang dinilai membutuhkan perhatian serius dan solusi nyata dari pemerintah (Arie).

















