Example floating
BERITASosial Budaya

KKSS Papua Gelar Talk Show Filosofi “Di Mana Bumi Dipijak, Di Sana Langit Dijunjung”

103
×

KKSS Papua Gelar Talk Show Filosofi “Di Mana Bumi Dipijak, Di Sana Langit Dijunjung”

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua menggelar talk show bertajuk “Bincang-Bincang tentang Filosofi: Dimana Bumi Dipijak, Di Sana Langit Dijunjung sebagai Manifestasi Sipatuo Sipatokkong di Tanah Rantau”, sebagai ruang refleksi dan penguatan peran diaspora Sulawesi Selatan di Papua.

Talk show ini membahas dinamika diaspora Sulawesi Selatan di tanah rantau dalam menghadapi era globalisasi, kolaborasi lintas etnis, serta sinergi pembangunan yang berorientasi pada persatuan dan kebersamaan di Papua, acara berlangsung di Cafe Ulfapua di Jayapura, Sabtu (6/12).

Direktur Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih, Prof. Akbar Silo, MS, yang juga tim pakar KKSS Provinsi Papua, memandang kegiatan ini sebagai dinamika baru bagi KKSS dalam melanjutkan eksistensinya sebagai paguyuban sosial.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga dinamika organisasi agar terus hidup. Harapannya bisa terjadwal rutin, sehingga hubungan pengurus dan anggota semakin kuat dengan pendekatan yang lebih manusiawi,” ujar Prof. Akbar.

Menurutnya, masa depan KKSS sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun jaringan, tidak hanya secara struktural dari pusat ke daerah, tetapi juga secara horizontal melalui kerja sama lintas suku, lintas budaya, dan lintas wilayah.

“Eksistensi KKSS ke depan ditentukan oleh kemampuannya membangun jejaring. Dengan begitu filosofi ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ benar-benar hidup,” jelasnya.

Prof. Akbar juga menyinggung bahwa meskipun KKSS dibangun untuk penguatan dimensi sosial, aspek politik tidak bisa sepenuhnya dihindari.

“Anggota KKSS ada yang politisi, birokrat, maupun pelaku usaha. Tugas KKSS adalah memastikan anggotanya mendapat ruang representasi secara sehat, tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, SH., MM, menegaskan bahwa roh utama KKSS adalah kerukunan.

“KKSS ini paguyuban. Kalau tidak rukun, bukan paguyuban namanya. Tidak boleh ada dualisme. Ini bukan partai politik, ini rumah besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kekuatan KKSS sebagai paguyuban global telah terbukti, termasuk dalam membantu sesama warga Sulawesi Selatan di luar negeri melalui jaringan solidaritas organisasi.

“Ketua itu berdiri sebagai kakak, sebagai orang tua yang mengayomi. Itulah filosofi KKSS,” kata Mansur.

Dalam sesi diskusi, isu penguatan ekonomi melalui koperasi juga mengemuka. Ketua BPW KOMPAK Papua H. M. Haedar Muharra, menyatakan kesiapan mendukung pembentukan koperasi KKSS sebagaimana disampaikan Prof. Akbar.

“Koperasi itu bisa jalan kalau manajemennya kuat. Modal sudah ada, tinggal serius. Kami dari pilar siap membackup,” ujarnya.

Talk show ini juga menegaskan pentingnya akulturasi budaya. Diaspora Sulawesi Selatan di Papua diajak untuk tetap memegang budaya asal sambil menghormati dan menyesuaikan diri dengan kearifan lokal Papua.

“Kita membawa budaya dari Sulawesi Selatan, tapi di Papua kita juga belajar budaya setempat. Itulah makna sipatuo sipatokkong dan wujud persaudaraan sejati,” tutupnya. (VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *