Example floating
Advetorial

Jelang Nataru, Kebutuhan Uang Tunai Papua Melonjak Tujuh Kali Lipat

120
×

Jelang Nataru, Kebutuhan Uang Tunai Papua Melonjak Tujuh Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, David Sipahutar saat bincang bincang dengan sejumlah Media di Jayapura yang berlangsung di salah satu Cafe di Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (6/12).

Paraparatv.id | Jayapura | Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kebutuhan uang tunai (uang kartal) di Papua pada Desember 2025 melonjak hingga tujuh kali lipat dibandingkan bulan-bulan reguler.

Terkait dengan hal itu, PLH Kepala Perwakilan BI Papua, David Sipahutar, menegaskan bahwa Papua kembali menjadi wilayah dengan kebutuhan uang tunai terbesar di kawasan timur Indonesia. Secara historis, Papua menyumbang sekitar 40% dari total kebutuhan uang tunai Indonesia Timur.

Dalam satu tahun, proyeksi outflow uang kartal mencapai Rp13,1 triliun. Khusus Desember saja, kebutuhan uang keluar diperkirakan mencapai Rp5,1 triliun, atau sekitar 40% dari total tahunan,” jelas David dalam kegiatan Bincang-Bincang Media (BBM) di Jayapura, pada Jumat, 5 Desember 2025.

Apalagi lanjutnya, wilayah kerja BI Papua mencakup empat provinsi: Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Dominasi permintaan dipengaruhi kondisi geografis yang luas, keterbatasan konektivitas, serta kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai.

“Penarikan uang kartal di Desember ini sekitar tujuh kali lebih besar dibandingkan rata-rata bulanan. Skalanya memang besar karena aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat meningkat tajam,”terangnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai, BI meluncurkan program layanan kas nasional SERUNAI (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai) yang berlangsung pada 8–23 Desember 2025. Papua menjadi salah satu pusat penyelenggaraan kegiatan tersebut secara nasional.

“Peluncuran SERUNAI akan dilakukan gubernur provinsi Papua, Mathius D Fakhiri bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025,”ucapnya.

David mengatakan, program SERUNAI mencakup layanan kas keliling, penukaran uang layak edar dan pecahan kecil, serta layanan kas gabungan bersama perbankan.

David menambahkan, BI Papua juga akan memperluas jangkauan layanan penukaran uang menjelang akhir tahun. Durasi kegiatan diperpanjang menjadi 14 hari, dan batas maksimum penukaran per KTP dinaikkan menjadi Rp. 5 juta.

“Jadi, durasi kegiatannya lebih panjang, dari 8 sampai 23 Desember. Kami ingin memberi lebih banyak waktu agar masyarakat bisa mengakses layanan penukaran uang,”pungkasnya. (Redaksi) .

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *