Paraparatv.id I Jakarta I Suara lantang massa aksi menggema di depan Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/11/2025).
Mereka datang berombongan, membawa spanduk besar dan poster-poster berisi seruan moral untuk memberantas korupsi.
Dari kejauhan, tampak satu spanduk besar berwarna merah mencolok dengan tulisan tegas:
“Bersama Kejaksaan Agung Tegakkan Hukum, Wujudkan Keadilan. Peduli Indonesia (PAMALI) Garda Terdepan Kawal Penegakan Hukum.
”Puluhan poster juga dibawa massa aksi dengan berbagai pesan keras, salah satunya bertuliskan: “Tangkap!!! Para Cukong Korupsi.”
Slogan itu menjadi gema yang berulang-ulang diteriakkan massa dalam orasi mereka di depan gerbang utama dan belakang kompleks Kejagung RI, yang dikawal ketat aparat kepolisian.
Aksi ini digelar oleh Perjuangan Masyarakat Adat Peduli Indonesia (PAMALI) sebagai bentuk dukungan moral terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin dan jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang kini tengah gencar membongkar kasus-kasus besar korupsi di tanah air.
Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, PAMALI menegaskan bahwa mereka akan terus menjadi garda terdepan dalam mendukung Kejaksaan Agung menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu.
“Kami berdiri di sini bukan untuk kepentingan politik atau kelompok, tetapi untuk membela kebenaran dan mendukung Kejaksaan Agung dalam perang suci melawan korupsi. Kami tidak akan mundur selangkah pun menghadapi para cukong yang berusaha melemahkan penegakan hukum,” tegas Ari Bule, penanggung jawab aksi.
Isi Pernyataan Sikap PAMALI
Dalam pernyataan sikap resmi yang dibacakan di hadapan massa dan awak media, PAMALI menyampaikan lima poin utama yang menggambarkan komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di Indonesia.
- Dukungan Penuh untuk Kejaksaan Agung dan Jampidsus
PAMALI menyerukan agar Jaksa Agung RI dan Jampidsus tidak gentar dalam mengungkap kasus-kasus besar tindak pidana korupsi yang melibatkan jaringan kuat dan terstruktur. Mereka menegaskan kesiapan untuk berdiri di garis depan membela Kejaksaan Agung dalam menghadapi para gembong koruptor dan kroni-kroninya “sampai titik darah penghabisan.” - Perang Terbuka Melawan Korupsi
Dalam pernyataannya, PAMALI menegaskan bahwa koruptor adalah pengkhianat bangsa dan musuh kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu melawan praktik busuk korupsi yang merampas hak rakyat kecil dan menghambat pembangunan nasional. - Penegakan Supremasi Hukum Tanpa Kompromi
PAMALI menuntut agar Kejaksaan Agung menegakkan hukum secara bersih, transparan, dan tegas tanpa pandang bulu — baik terhadap pejabat tinggi, pengusaha besar, maupun siapa pun yang mencoba mengintervensi proses hukum. - Dorongan untuk Reformasi Hukum yang Bersih dan Adil
PAMALI mengapresiasi langkah Jampidsus yang belakangan ini berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi besar di berbagai sektor. Mereka berharap Kejaksaan terus melakukan perubahan nyata demi terwujudnya sistem hukum yang independen dan berkeadilan. - Komitmen Mengawal Proses Penegakan Hukum
PAMALI berjanji akan terus mengawal dan mengawasi setiap proses hukum, baik di lapangan maupun melalui mekanisme hukum yang sah. Mereka menolak segala bentuk upaya untuk menutup-nutupi kasus besar atau membiarkan proses hukum mandek tanpa kejelasan.
“Kami tidak akan diam bila ada yang mencoba melemahkan Kejaksaan. Kami akan turun lagi, dan lagi, untuk memastikan hukum ditegakkan tanpa takut, tanpa tekanan, dan tanpa kompromi,” tambah Ari Bule dalam orasinya.
Aksi PAMALI ini menambah deretan dukungan publik terhadap Kejaksaan Agung yang dalam beberapa bulan terakhir gencar mengusut sejumlah mega kasus korupsi — mulai dari sektor energi, keuangan, hingga BUMN strategis.
Langkah tegas Jampidsus yang berani menetapkan para pelaku “kelas kakap” sebagai tersangka dianggap sebagai titik balik penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena itu, dukungan moral dari kelompok masyarakat sipil seperti PAMALI dinilai penting untuk menjaga momentum keberanian penegak hukum di tengah tekanan politik dan ekonomi yang besar.
“Rakyat sudah muak dengan koruptor yang hidup mewah dari uang rakyat. Kami percaya Kejaksaan Agung hari ini sedang berada di jalur yang benar, dan kami akan kawal terus sampai keadilan benar-benar tegak,” kata seorang orator dari PAMALI dengan penuh semangat.
Aksi damai yang berlangsung tertib itu berakhir dengan pembacaan doa bersama di depan gerbang utama Kejaksaan Agung RI.
Massa PAMALI menundukkan kepala, memohon agar para penegak hukum diberi keberanian dan kekuatan dalam menjalankan tugas berat menegakkan keadilan.
Sebelum membubarkan diri, mereka menegaskan satu kalimat yang menjadi semangat perlawanan terhadap korupsi:“PAMALI Garda Terdepan Kawal Jaksa Agung — Tegakkan Supremasi Hukum demi Indonesia yang Bersih, Adil, dan Bermartabat.”(*)
















