Example floating
Pendidikan

Anak Asli Jayapura Diprioritaskan dalam Program Beasiswa 2026

174
×

Anak Asli Jayapura Diprioritaskan dalam Program Beasiswa 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, Petrus Hamokwarong,

Paraparatv.id |Sentani| – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, Petrus Hamokwarong, menyambut gembira langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang tengah menyiapkan program beasiswa komprehensif bagi ribuan pelajar dan mahasiswa asli daerah. Program ini, yang dijadwalkan mulai bergulir pada tahun anggaran 2026, diharapkan menjadi solusi nyata terhadap tingginya angka putus sekolah di tingkat perguruan tinggi akibat keterbatasan biaya.

Bertempat di Kantor DPRK Jayapura pada Senin, 10 November 2025, Petrus menegaskan bahwa prioritas utama program ini adalah anak asli Kabupaten Jayapura. “Kami ingin memastikan anak-anak kami yang lahir dan besar di tanah ini mendapatkan akses pendidikan setinggi-tingginya. Mereka adalah pewaris masa depan Kabupaten Jayapura,” ujarnya dengan tegas.

Menurut Petrus, meskipun anak asli Papua dari kabupaten lain tetap akan mendapat bantuan, skema prioritas ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan yang selama ini lebih dirasakan oleh putra daerah setempat. “Ini bukan diskriminasi, tapi afirmasi. Kami ingin membangun dari dalam,” tambahnya.

Saat ini, besaran anggaran beasiswa tengah menjadi fokus pembahasan intensif antara DPRK dan Pemkab Jayapura. Petrus mengungkapkan, rapat-rapat di Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Anggaran (Banggar) telah digelar berulang kali untuk memastikan alokasi dana yang realistis, berkelanjutan, dan bebas dari kebocoran. “Kami tidak ingin program ini hanya menjadi janji politik. Makanya, kami godok matang-matang agar anggarannya cukup, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Meski angka pasti belum dirilis, Petrus memberi sinyal bahwa anggaran akan mencakup biaya kuliah penuh, uang saku, hingga tunjangan hidup bagi mahasiswa yang kuliah di dalam maupun luar Papua, termasuk di Pulau Jawa.

Salah satu tantangan terbesar adalah akurasi data penerima. Petrus mengakui, selama ini sering terjadi kasus di mana bantuan pendidikan justru mengalir ke pihak yang tidak berhak karena lemahnya verifikasi. “Oleh karena itu, kami sedang berkoordinasi intens dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta kampung-kampung adat untuk mendata ulang seluruh pelajar dan mahasiswa asli Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Proses pendataan ini melibatkan verifikasi silsilah keluarga, KTP elektronik, surat keterangan domisili, hingga rekomendasi dari kepala suku atau tokoh adat guna memastikan hanya anak asli yang benar-benar mendapat manfaat.

Program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bagian dari visi besar membangun generasi emas Papua 2045. Petrus menekankan, dengan pendidikan yang berkualitas, anak-anak Jayapura diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. “Kami tidak ingin anak-anak kami hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Dengan beasiswa ini, mereka akan menjadi dokter, insinyur, pengacara, dan pemimpin bangsa dari bumi Cenderawasih,” tutup Petrus penuh harap.

Langkah Pemkab Jayapura ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi pemuda adat, gereja, dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Jika terealisasi dengan baik, program ini berpotensi menjadi model afirmasi pendidikan bagi daerah otonom lainnya di Tanah Papua.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *