Paraparatv.id | Jayapura | Paraparatv,id Program Pemerintah Kota Jayapura dalam membangun daerah serta mensejahterakan penduduk mendapat dukungan penuh dari masyarakat 14 kampung.
Dukungan ini tertuang dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ondoafi, Kepala Suku dan Tokoh Masyarakat 14 kampung di Kota Jayapura.
Fakta ini disampaikan Walikota Jayapura, Abisai Rollo SH, M.H dalam keterangan pers bersama Ondoafi Kayu Pulo Nicolas Youwe dan Pelaksana tugas Sekda Kota Jayapura, Muchlis Karim.
Adapun 14 kampung tersebut yakni kampung Skouw Sae, Skouw Mabo,Skouw Yambe, Kampung Nafri, Kampung Tobati, Kampung Enggros.
Kampung Kayu Pulo, Kampung Kayu Batu, Kampung Yoka, Kampung Waena, Kampung Moso, Kampung Koya Tengah, Kampung Koya Koso, dan Kampung Holtekamp.
Abisai Rollo, menjelaskan program turun kampung merupakan program kerja 100 hari sebagai Walikota Jayapura. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat 14 kampung.
“Dalam perjalanan turun kampung di 14 kampung, di sana saya berjumpa dengan masyarakat, ini bagian mendekatkan diri dengan masyarakat. Mereka mendukung penuh segala program dan kebijakan pemerintah dalam membangun dan mensejahterakan kota Jayapura,” jelasnya.
Kelola Potensi Wisata Lokal
Selain itu, masyarakat 14 kampung juga mendukung tidak melakukan kegiatan palang memalang dan melakukan aksi demonstrasi selama kepemimpinan Abisai Rollo.
Masyarakat juga bersedia menyerahkan aset atau lokasi yang berpotensi wisata untuk dikelola oleh pemerintah kota Jayapura dengan ketentuan persentase bagi hasil keuntungan akan diatur kemudian.
Kemudian, segala hal bentuk yang menjadi kebutuhan masyarakat adat akan terlebih dahulu dikoordinasikan kepada Walikota Jayapura.
“Keinginan mereka untuk membuat pernyataan ini karena masyarakat ingin agar kota ini dibangun lebih baik, mungkin para investor itu akan datang kalau kota itu aman,” ucapnya.
Selesaikan Persoalan Lewat Dialog
Abisai Rollo meyakinkan masyarakat bahwa investor bakal berinvestasi apabila Kota Jayapura aman.
“kota ini kalau ini mau dibangun, maka kita harus ciptakan rasa aman di kota ini,” ujarnya.
Ia mendorong masyarakat dapat mengedepankan langkah dialog, bukan berdemo apabila ada suatu persoalan di Kota Jayapura.
“Kalau ada persoalan-persoalan di Kota Jayapura, saya pikir kita ubah demo atau aspirasi dengan berdialog. Klau ada masalah bawa saja nanti Walikota memfasilitasi apakah itu persoalannya dengan Provinsi Papua atau dengan Pemerintah Pusat atau swasta nanti kita fasilitasi menghubungkan untuk penyelesaian penyelesaian,” tutupnya.
Abisai Rollo berharap dengan eksposenya pernyataan ini, seluruh warga kota Jayapura wajib mentaati kesepakatan tersebut,untuk tidak lagi melakukan aksi demo atau pemalangan sehingga aktivitas dan pembangunan akan berjalan dengan baik. (Er)
















