Example floating
KABAR KOTA JAYAPURA

Kota Jayapura Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 Kategori Pratama

431
×

Kota Jayapura Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 Kategori Pratama

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Kota Jayapura kembali mengukir prestasi dengan meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2025 kategori Pratama. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) secara daring kepada daerah-daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2025 kategori Pratama dengan penilaian 465, dan Masuk kandidat 264 dari 5 kategori. Kegiatan berlangsung di Jayapura, Jumat (8/8).

Asisten III Setda Kota Jayapura, Fredik Awarwi Menyampaikan Apresiasi Atas Prestasi Kota Jayapura Raih Penghargaan Pratama Kota Layak Anak.

“Kota Jayapura kembali meraih prestasi membanggakan dengan mendapatkan Penghargaan Pratama Kota Layak Anak. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara gugus tugas, lintas unit kerja, dan para mitra yang selama ini berkolaborasi,” Ucap Frederik.

“Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Prestasi ini lahir dari kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Ke depan, kita akan bekerja lebih giat untuk meningkatkan capaian ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu kategori Madya. Hal ini tentu memerlukan dukungan dari seluruh unit terkait yang berperan dalam kegiatan pemenuhan hak anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan juga selaku kepala Bapeda Kota Jayapura, Djoni Naa menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Kota Jayapura yang kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama.

Menurutnya, Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura bersama berbagai instansi, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dan Kebudayaan,

“Penilaian Kota Layak Anak ini memiliki 24 indikator yang terbagi dalam lima klaster. Kota Jayapura berhasil memenuhi seluruh syarat dengan nilai antara 600 hingga 700, sehingga memperoleh predikat Pratama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penghargaan ini diraih kembali setelah tujuh tahun. Sebelumnya, data penilaian Kota Layak Anak dihapus setelah masa berlaku lima tahun, sehingga Kota Jayapura harus berjuang lagi untuk memenuhi indikator yang ditetapkan.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak sipil, pendidikan, kesehatan, serta fasilitas bermain yang aman dan ramah anak.

“Di Jayapura, pembinaan anak dimulai dari PAUD hingga pendidikan tinggi. Ketua PAUD Kota Jayapura selalu aktif menggerakkan berbagai kegiatan untuk memastikan anak-anak mendapatkan ruang bermain yang bebas dan aman. Anak tidak boleh dibatasi, dan kita harus menjaga hak-hak mereka,”ungkapnya.

Kepala DP3AKB, Bety Anthoneta Pui Penghargaan ini diberikan atas kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat, mitra pembangunan seperti UNICEF, serta dukungan dari badan usaha milik daerah dan negara yang konsisten memperhatikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di Kota Jayapura.

“Penghargaan KLA terbagi menjadi lima kategori: Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA. Kota Jayapura terakhir menerima penghargaan pada 2018, dan tahun ini berhasil kembali meraih kategori PratamaPratama,” Jelasnya

“Target kita pada 2026 adalah naik ke kategori Madya dengan nilai 601–700. Ini membutuhkan kerja keras, inovasi program, dan keterlibatan semua pihak. Tidak cukup hanya mengulang program lama; harus ada kegiatan baru yang melibatkan partisipasi anak secara luas,” tegasnya.

Menurutnya, penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, pemenuhan hak anak, dan rasa aman bagi mereka di Kota Jayapura.

“Kami akui, Kota Jayapura belum sepenuhnya aman bagi anak-anak. Namun penghargaan ini menjadi pemicu perbaikan kinerja Gugus Tugas dan pemerintah daerah. Kami berharap perencanaan yang melibatkan Bappeda dapat memastikan program perlindungan anak masuk dalam prioritas pembangunan daerah. (Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *