Example floating
BERITAPolitik

Ketua Fraksi PDIP Papua Ingatkan Pj Gubernur Setop Cawe-cawe PSU Pilgub: Fokus pada Tugas!

299
×

Ketua Fraksi PDIP Papua Ingatkan Pj Gubernur Setop Cawe-cawe PSU Pilgub: Fokus pada Tugas!

Sebarkan artikel ini
Tulus Sianipar

Paraparatv.id | Jayapura | Isu Penjabat Gubernur, Agus Fatoni cawe-cawe menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua, menjadi perbincangan hangat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua, Tulus Sianipar, menyampaikan keprihatinan atas sikap Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni, yang dinilai telah melanggar prinsip netralitas sebagai pejabat negara.

Tulus bahkan tak menyangka sejak diangkat menggantikan Ramses Limbong, belakangan muncul narasi-narasi yang dinilai kontroversial saat Agus Fatoni melakukan safari ke sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kota Jayapura.

Padahal kehadiran Agus Fatoni awalnya tidak menimbulkan kecurigaan. Dia dianggap menjalankan peran sebagaimana mestinya, yakni mendukung kelancaran pelaksanaan PSU.

Dalam berbagai pertemuan, terutama saat memberikan arahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Pj Gubernur Fatoni disebut kerap menyampaikan imbauan yang secara implisit mengarahkan dukungan terhadap calon tertentu.

Seharusnya, tugas utama seorang penjabat gubernur adalah menjaga stabilitas, netralitas, dan kelancaran seluruh tahapan PSU

“(Sebenarnya) tidak ada masalah ketika Pak Fatoni datang menggantikan Pak Ramses. Tapi setelah beliau mulai menyampaikan ajakan memilih calon yang punya banyak dukungan dan bisa menarik investor, itu bukan lagi posisi netral,” ungkap Tulus, Senin (5/8/2025).

Tulus meyakini siapa pun calon gubernur yang terpilih pasti memiliki kapasitas untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan menarik investasi untuk pembangunan Papua.

“Jangan membangun kesan seolah hanya satu calon yang layak. Semua kandidat punya peluang dan kapasitas untuk membawa Papua lebih baik,” ujarnya.

Pemilu Jurdil Bawa Harapan Baru Masa Depan Papua

Ia juga menyesalkan arahan Pj Gubernur Papua kepada ASN di Balai Kota Jayapura yang justru menyampaikan pesan-pesan yang mengarah pada penggiringan opini politik publik menjelang hari pemungutan suara.

“Itu bentuk pengaruh terselubung kepada pemilih, apalagi disampaikan oleh seorang pejabat negara,” cetusnya.

Menyingkapi sikap tersebut, Tulus meminta Pj Gubernur Papua untuk menghentikan seluruh aktivitas yang terkesan bermuatan politik dan segera fokus pada tanggung jawab administratif, termasuk penyelesaian pelantikan anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan.

“Penjabat Gubernur bukan sedang berkampanye. Tugas utamanya adalah menjamin PSU berjalan aman, damai, dan jujur, bukan menciptakan kegaduhan dengan safari politik menjelang hari pemungutan,” sindirnya.

Tak tanya itu, Tulus pun mengingatkan Pj Gubernur Fatoni menjalankan tugas sesuai dengan batas kewenangannya sebagai pejabat sementara. “Jadi jangan mengambil alih peran dan wacana yang seharusnya dijalankan oleh para kandidat resmi yang berkompetisi dalam Pilkada,” tekannya.

Ia mengimbau semua pihak, terutama penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, serta ASN dan elemen pemerintah lainnya, untuk menjaga integritas dan netralitas.

Menurut Tulus, Pemilu yang jujur, damai, dan bebas dari intervensi, adalah kunci untuk melahirkan pemimpin yang sah dan dipercaya rakyat, serta membawa harapan baru bagi masa depan Papua lima tahun ke depan.

“Papua adalah rumah besar yang plural dan bermartabat. Jangan kotori proses demokrasi dengan sikap berpihak. Perbedaan pilihan itu biasa, tapi jangan sampai memecah persatuan kita,” tutupnya. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *