Example floating
Politik

Kunjungan Kasih DPR Papua, Ingatkan Warga Pentingnya Partisipasi dalam PSU

182
×

Kunjungan Kasih DPR Papua, Ingatkan Warga Pentingnya Partisipasi dalam PSU

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 6 Agustus 2025, empat Anggota DPR Papua bersama Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua melakukan kunjungan kasih dan tatap muka dengan tokoh masyarakat serta jamaah Majelis Taklim di Masjid Al Ikhlas, Dok IX, dan Masjid Al Falah, Dok VIII, Distrik Jayapura Utara, Jumat (1/8).

Empat legislator yang hadir yakni Ir. H. Junaedi Rahim, IAI; H. Wagus Hidayat, SH., M.Sos; H. Arifin Mansur, SE; dan Bambang Mujiono, SE. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekwan DPR Papua, Dr. Juliana J. Waromi, SE., M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, para legislator DPR Papua mengimbau warga agar tidak golput dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab demi menentukan masa depan Papua lima tahun ke depan.

‎Dihadapan puluhan Jamaah Majelis Taklim Masjid Al Ikhlas, Dok IX,Distrik Jayapura Utara,
Ir. H.  Junaedi Rahim yang juga sebagai Ketua Fraksi Keadilan dan Pembangunan DPR Papua   
mengajak warga memilih sesuai hati nurani serta mengajak keluarga dan tetangga untuk berpartisipasi dalam memberikan hak suaranya.  

Sementara itu, H. Wagus Hidayat, Bendahara Fraksi Keadilan dan Pembangunan DPR Papua dan anggota Komisi IV DPR Papua, menyoroti besarnya biaya PSU yang mencapai ratusan miliar rupiah. Ia berharap, pemilu kali ini menjadi yang terakhir.

“PSU ini menelan anggaran besar yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan Papua,” tegasnya.

Namun ia berharap, PSU dapat berjalan sukses dan lancar. Sebab, kedua pasangan calon yang bertarung dalam PSU, yaitu BTM-CK dan MDF-Aryoko, merupakan putra terbaik Papua.  

Hal senada disampaikan anggota DPR Papua selaku Wakil Ketua komisi 2 yang juga sebagai wakil ketua Fraksi Keadilan dan Pembangunan DPR Papua, Bambang Mujiono, SE, mengajak partisipasi warg untuk memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada PSU yang berlangsung 6 Agustus nanti. 

Hanya saja, Bambang mengkhawatirkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan, yang ditandai dengan potensi kemenangan calon di bawah 50%.  

Ia menilai hal ini sebagai indikasi kejenuhan masyarakat terhadap proses pemilihan yang memakan waktu dan tenaga. Namun, ia menekankan pentingnya tetap berpartisipasi dalam menentukan pemimpin daerah.

“Yang dikhawatirkan bukan siapa yang menang atau kalah, tapi persentase kemenangan di bawah 50%. Mungkin masyarakat sudah jenuh karena pemilihan menyita waktu dan tenaga,” tandasnya.

Untuk itu, Bambang menyampaikan kehadiran DPR Papua kepada warga untuk mengajak berpartisipasi karena ini untuk menentukan pemimpin masa depan Papua.

“Kami berharap agar ke depannya, proses pemilihan dapat berjalan lebih efisien dan partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan lagi,” harapnya. 

Namun ia menyayangkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua.  

Legislator Papua itu menjelaskan biaya PSU telah mencapai Rp165 miliar, belum termasuk biaya pemilihan sebelumnya yang mencapai Rp300 miliar.  

Menurut Bambang Mujiono, jumlah itu sangat fantastis dan seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan menuju Arso atau peningkatan sarana perkotaan. 

“Rp165 miliar itu baru untuk PSU. Belum lagi biaya pemilihan sebelumnya yang mencapai Rp300 miliar. Bayangkan, setengah triliun uang kita habis begitu saja hanya untuk pemilihan,”ujarnya

H. Arifin Mansur dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian selama dan juga setelah PSU.

“Siapa pun yang terpilih harus kita dukung bersama,” ujarnya.

Namun Arifin kembali menyampaikan bahwa DPR Papua berharap PSU dapat berjalan aman dan lancar dengan partisipasi aktif seluruh warga.  

Sementara itu, masih ditempat yang sama Sekwan DPR Papua, Dr. Juliana J. Waromi, SE. M. Si menyampaikan bahwa sesuai instruksi Gubernur agar Aparatur Sipil Negara (ASN) turut mensosialisasikan pentingnya PSU kepada masyarakat.  

Menurut Sekwan Juliana Waromi, satu suara sangat berarti dan  partisipasi warga sangat penting untuk kelancaran proses demokrasi, terlebih mengingat kondisi ekonomi saat ini.

Pada kesempatan itu, Sekwan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan langsung kepada anggota DPR Papua yang hadir saat ini baik itu terkait infrastruktur, kesehatan, maupun masalah ekonomi. 

Sekedar diketahui, dalam pertemuan itu, DPR Papua dan Sekwan DPR Papua juga menyerahkan bingkisan berupa beras dan telur. 

Ketua Masjid Takmil Al Iklas Dok IX, H Afris Maada menyampaikan terimakasih kepada DPR Papua yang telah datang mengingatkan sekaligus mengajak warga untuk memberikan hak pilih pada PSU yang akan berlangsung 6 Agustus nanti. 

“Kami pemuka agama akan terus mengajak agar masyarakat bisa datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya,”ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Yayasan Al Falah, Dok VIII atas, distrik Jayapura Selatan,  Syafrudin Mukhtar,  juga menyampaikan terimakasih kepada DPR Papua ats kehadirannya di masjid Al Fallah yang juga sekaligus mengajak agar warga tidak Golput pada saat PSU pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, 6 Agustus nanti. 

“Kami seluruh jamaah Al Falah dan warga sekitarnya menyampaikan terimakasih karena DPR Papua mengingatkan kembali kami untuk datang ke TPS memilih sesuai hati nurani pada PSU 6 Agustus nanti,”tutupnya. (VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *