Paraparatv.id | Jayapura – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama Wakil Wali Kota Jayapura, H. Rustan Saru, menerima kunjungan kerja Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Ruang Rapat Wali Kota Jayapura. Rabu, (30 Juli 2025).
Hadir dalam kunjungan tersebut Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, serta Plt. Sekda Papua, Suzana Wanggai.
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut pengoperasian Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI yang berlokasi di Padang Bulan, Jayapura.
“Kami datang menemui Pak Wali Kota untuk menyampaikan beberapa hal, khususnya terkait pengoperasian Rumah Sakit Kemenkes di Jayapura. Ada sedikit miskomunikasi mengenai perekrutan pegawai, dan kami ingin meluruskan hal itu,” ujar dr. Azhar Jaya
Dalam pertemuan itu, pihak Kemenkes RI berkomitmen untuk memberikan ruang besar kepada Orang Asli Papua (OAP) dalam pengisian sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit tersebut.
“Dalam kurun waktu dua tahun ke depan, komposisi SDM akan kami ubah menjadi 70 persen Orang Asli Papua dan 30 persen non Papua. Ini butuh proses karena tenaga kesehatan harus melalui tahapan seleksi dan pelatihan,” tegasnya.
Prof. Kadir juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan direkrut 50 tenaga kerja asli Papua untuk mengisi kebutuhan awal. Saat ini kapasitas rumah sakit baru sekitar 200 tempat tidur, namun ditargetkan bertahap menjadi 400 tempat tidur.
“Jika rumah sakit berkapasitas penuh, sekitar 1.000 pegawai akan dibutuhkan. Maka sesuai komitmen, sebanyak 700 di antaranya akan diisi oleh OAP sisanya non Papua,” tambahnya.
Dirjen Kesehatan Lanjutan itu juga menyampaikan bahwa rumah sakit ini direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI pada bulan September, kemungkinan sekitar tanggal 25. RS ini akan menjadi rumah sakit bertaraf internasional yang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura.
“Kami ingin rumah sakit ini menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Tanah Papua dan membuka lebih banyak peluang kerja untuk anak-anak Papua,” pungkasnya.(VN)
















