Example floating
Politik

Lebih dari Pemimpin: Ini Tentang BTM, Air Mata Papua dan Harapan Rakyat

234
×

Lebih dari Pemimpin: Ini Tentang BTM, Air Mata Papua dan Harapan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Semilir angin berhembus syahdu di Pantai Cibery, Teluk Youtefa. Sayup-sayup terdengar riuh ombak yang hilang tertelan karang. Suaranya kian lirih bak nyanyian rindu menyapa mentari pagi.

Barisan pohon bergoyang lembut menyambut rona pagi. Suasana damai menenangkan jiwa kala Benhur Tomi Mano (BTM) dan istri tercinta Kristina Luluporo Mano tiba.

Riuh rendah ribuan pasang mata lautan manusia ini berkumpul. Mereka menanti momen keberangkatan BTM sapaan akrab sang pemimpin menuju Kampung Tobati.

Sebuah perjalanan yang sarat makna dan harapan. Para tokoh adat Wilayah Port Numbay turut mendampingi, menjadi saksi bisu kebesaran momen tersebut.

Perahu cepat BTM melesat membelah biru laut, meluncur tajam menjemput harapan. Ratusan perahu turut mengawal di belakang, mengubah pemandangan laut menjadi merah semarak oleh iringan.

Ya, kedatangan BTM lebih dari sekadar perjalanan. Ini adalah manifestasi nyata dari cinta dan kepercayaan rakyat Papua terhadap BTM, seorang tokoh nasionalis yang masyarakat yakini.

Sorot mata BTM kian menatap fokus Kampung Tobati dari kejauhan yang tempak memanggil. Pesonanya tak luntur memancarkan kebahagiaan dan harapan.

Terang saja, setibanya di Kampung Tobati, suasana haru menyeruak. Lantunan nyanyian dari mama-mama diiringi tabuhan tifa yang bergemuruh, menyambut kedatangan putra terbaik mereka.

Ini adalah suara sukacita, pertanda bahwa sosok yang dinanti telah tiba.Prosesi adat yang sakral dimulai. Ondoafi Besar Tobati memimpin upacara di atas para-para adat Hamadi.

Tokoh-tokoh adat pun menjadi saksi momen penting merajut harapan rakyat pada pundak BTM. Restu dari adat telah melayarkan BTM untuk maju bertarung, menempa setiap langkah dan perjuangannya memimpin Papua.

Doa restu menggema dari masyarakat di bawah panduan Ondoafi Besar Tobati Laut, Johan Y Hamadi. Johan menyebut perjalanan BTM bukan sekedar ambisi pribadi tapi bagian dari takdir anak adat yang kembali ke akar budayanya.

“Hari ini saya berkati Bapak dan saya restui seorang laki-laki gagah dari Tanah Tabi, Kampung Tobati untuk maju berperang. Tuhan menolong dan menyertaimu Benhur Tomi Mano,” seru Johan dalam doa.

Dalam doa tersebut, Johan berujar bahwa anak adat Tabi Port Numbay sudah saatnya memimpin Papua. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Tobati, Enggros serta kawasan sekitar Danau Sentani, Grime Nawa, Sarmi,dan Mamberamo untuk memberikan dukungan kepada BTM.

Doa dari para tetua dan masyarakat untuk mengawal perjuangan BTM menjadi semangat baru. Bagi BTM, restu tersebut adalah bentuk tanggung jawab besar, bukan hanya sekedar politik tetapi juga secara budaya dan spiritual.

“Izinkan saya berperang membawa harapan masyarakat Papua. Saya datang sebagai anak Tobati yang ingin membuat perubahan,” tuturnya.

BTM meyakini pada tanggal 6 Agustus mendatang masyarakat akan memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Papua menuju masa depan yang sejahtera. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *