Paraparatv.id | Serui | Calon Gubernur Papua nomor urut 01, Benhur Tomi Mano (BTM) melakukan safari politik keliling wilayah adat Saireri selama 7 hari.
Dalam safari politik, BTM menggelar kampanye dan tatap muka terbatas dengan masyarakat. Safari politik ditutup di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Sebelumnya pada Jumat, 19 Juli 2025, BTM mengunjungi wilayah Kabupaten Biak Numfor. Kemudian Sabtu 20 Juli 2025, BtM menyasar beberapa wilayah di Kabupaten Supiori, termasuk satu pulau yang berada di Distrik Aruri.
Lalu, pada Minggu 21 Juli 2025, BTM bersama istri tercinta Kristina Luluporo Mano mengarungi Teluk Saireri untuk melakukan tatap muka dengan masyarakat Kabupaten Waropen.
Malam harinya, BTM dan rombongan menggunakan kapal cepat bertolak ke Kabupaten Kepulauan Yapen.
Di wilayah Kepulauan Yapen, BTM blusukan di Distrik Yapen Timur untuk menyapa masyarakat yang berada di pesisir tersebut.
Agenda BTM berlanjut di Serui, Ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen. Ribuan masyarakat mengarak BTM menuju Pendopo Panjawi Anotaurei.
Antusias masyarakat di wilayah Saireri menjadi bukti ketulusan BTM membangun negeri dari kampung ke kota. Apalagi BTM telah bertekad menghapus air mata masyarakat Tabi dan Saireri.
“Saya seminggu ada di wilayah adat Saireri, dimana saya maju pertama berpasangan dengan anak Saireri Yermias Bisai (YB) setelah kami menang, kemudian digugurkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi,” ungkap BTM dihadapan pendukungnya.
BTM juga bercerita soal pilihan pengganti Yermias Bisai untuk melanjutkan perjuangan membangun negeri. Pilihan itu jatuh pada Constant Karma yang juga merupakan anak adat Saireri.
“Saya mewakili wilayah adat Tabi dan Constant Karma mewakili wilayah adat Saireri,” ucapnya.
Selama seminggu di Saireri, BTM mengaku kagum dengan antusias penyambutan masyarakat adat. Ini menjadi tanda masyarakat ingin BTM-CK memimpin Papua.
Apalagi BTM-CK merupakan orang birokrasi yang paham menjalankan pemerintahan dengan baik. Tentu saja, keduanya bersih dan tidak tersandung masalah.
Menurut BTM, warga di seluruh kampung wilayah Saireri memberikan dukungan untuk menjadi Gubernur bersama Constant Karma sebagai Wakil Gubernur di Papua. Dukungan ini terlihat jelas dari antusias masyarakat menyambut kedatangan BTM-CK.
“Ini nyata dan kami tidak membayar masyarakat untuk datang mengikuti kampanye atau memberikan baju kaos dengan uang. Mereka dengan ikhlas datang untuk menghadiri walaupun sudah dilarang oleh tim, namun tetap terobos untuk melihat secara dekat Calon Gubernur Papua Benhur Tomi Mano,” ujarnya.
BTM menilai masyarakat tulus memberikan dukungan kepadanya. Tentu saja, ketulusan ini tidak terlepas dari kesungguhan BTM menghapus air mata masyarakat yang mendiami 1 kota dan 8 Kabupaten.
BTM pun berpesan kepada para penyelenggara untuk bekerja dengan jujur. Sebab, karena orang jujur disayang Tuhan dan suara hati masyarakat adalah suara Tuhan.
“Saya percaya Tuhan tidak menetapkan pada pilihan pertama meski saya menang dan Tuhan akan menetapkan ide pada pilihan kedua tanggal 6 Agustus nanti,” ucapnya.
Ia berharap pada Pemungutan Suara Ulang berjalan dengan jujur adil. Sebab, masyarakat sangat merindukan anak negeri Tabi dan Saireri menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua.
Pada kesempatan itu, BTM juga menegaskan kehadirannya di Saireri bukan sekadar safari politik, melainkan menegaskan komitmen membangun negeri dari kampung ke kota.
Komitmen ini seiring dengan harapan masyarakat wilayah Tabi dan Saireri. BTM juga telah menyiapkan program kerja untuk memajukan Papua.
Program menyentuh kebutuhan dan permasalahan di daerah. BTM mencontohkan soal infrastruktur jalan, jembatan hingga air bersih dan listrik.
Selain itu juga menyangkut pendidikan dan kesehatan, seperti mencegah stunting. Sementara pendidikan, pemerintah BTM kelak akan memberikan beasiswa hingga keluar negeri.
“Saya tidak membuat program yang muluk-muluk, tapi program yang bisa dapat dikerjakan. Saya percaya bahwa rakyat seluruhnya ada pada hati BTM-CK sebab gubernur dan wakil gubernur,” kata BTM
BTM juga bertekad mengawal suara rakyat. Ia bahkan pada setiap kampanye menginstruksikan untuk mengembalikan suara rakyat.
“Suara rakyat adalah suara Tuhan dan Tuhan merestuinya. Saya yakin di wilayah Saireri 99% untuk BTM-CK Ditambah lagi dengan wilayah tadi maka menjadi 99%,” tegasnya.
BTM juga meyakin kemenangan akan berpihak kepadanya, karena program-program ditawarkan diterima masyarakat sesuai dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Papua.
“Kami sudah sepakat, pemekaran Provinsi Papua Utara yang terdiri dari Biak Numfor, Supiori, Waropen dan Kepulauan Yapen yang diikuti oleh pemekaran kabupaten yang ada di Biak maupun di Yapen Timur Raya. Ini supaya ada konektivitas jalan dan saya akan lakukan dari Dawai sampai Serui dan juga Jalan Botawa,” ungkapnya.
selain infrastruktur, pengembangan rumput laut dan juga kopi Ambaidiru di Kepulauan Yapen juga masuk dalam program 100 hari kerja BTM-CK.
“Saya sudah memulai saat saya menjabat sebagai tenaga ahli menteri sosial bidang rehabilitasi sosial dan membagi ternak babi ayam petelur. Bahkan anak-anak dari Yapen juga dilatih membuat kapal di Surabaya dan banyak yang sudah kita luncurkan dan saya akan tinggalkan tingkatkan dalam rangka untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” bebernya.
Sebagai tenaga ahli menteri sosial yang membidangi bidang rehabilitasi sosial, BTM juga mengemban tugas penting dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di 3 provinsi yaitu Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
“Pembangunan rumah-rumah ibadah dari kristen protestan, katolik, hindu budha, islam, semuanya saya perhatikan. Kemudian juga wisata rohani bagi nasrani ke israel, muslim ke mekah, hindu buddha ke tempat-tempat suci mereka akan saya lakukan,” sambungnya.
Menutup perbincangan, BTM memastikan akan melanjutkan hal-hal baik, termasuk prestasi membangun Kota Jayapura ke Provinsi Papua. (Er)
















