Paraparatv.id | Waropen | Suasana hangat dan penuh semangat menyertai kedatangan Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), di Kabupaten Waropen, Minggu (20/7/2025).
Setelah tiba di Pelabuhan Waropen, BTM bersama rombongan langsung disambut oleh Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, dan kemudian diarahkan untuk mengikuti arak-arakan keliling kota.
Rute arak-arakan dimulai dari pelabuhan dan melewati sejumlah kampung di seputaran Waropen, antara lain Kampung Sanggei, Nubuai, Urfas Dua, Paradoi, Mambui, Rumbaiwa, Batusamo, Pronggaiwa, Batu Saman, hingga masuk ke Nonomi dan pusat kota Waren.
Dalam arak-arakan ini, BTM bersama sang istri, Ibu Kristhina Luluporo Mano, berdiri di atas mobil bak terbuka yang didekorasi menyerupai perahu adat khas Waropen.
Dari atas kendaraan itu, keduanya melambaikan tangan kepada masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan, menyambut dengan antusias calon pemimpin mereka dari PDI Perjuangan.
Meskipun kedatangan BTM bertepatan dengan hari Minggu, suasana tetap semarak. Warga tampak antusias menanti di pinggir jalan, meski jumlahnya tidak terlalu padat. Namun begitu rombongan tiba di lapangan utama tempat kampanye terbatas akan digelar, ribuan masyarakat telah memadati lokasi sejak pagi.
Sepanjang perjalanan keliling kota, BTM juga membagikan kaus bergambar lambang PDI Perjuangan kepada warga sambil menyapa mereka dengan ramah. Banyak warga, khususnya anak-anak muda dan Generasi Z, mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
Menariknya, di pusat kota Waren, warga dengan penuh semangat mengacungkan jari telunjuk, simbol nomor urut satu, sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025.
Arak-arakan BTM dikawal langsung oleh relawan, kader PDI Perjuangan, Ketua DPRD Waropen,
Sesampainya di area lapangan, prosesi penyambutan adat pun digelar. Sejumlah tokoh masyarakat menyambut kedatangan BTM, dan selanjutnya ia diangkat naik ke atas sebuah perahu adat khas wilayah timur Masirei.
Perahu tersebut melambangkan kepercayaan masyarakat adat terhadap pemimpin yang akan berlayar membawa perubahan untuk seluruh Papua.
Prosesi adat ini semakin semarak dengan iringan Tarian Tifa dari masyarakat adat Distrik Wonti yang berdiri di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang perahu.
Para pemuda lokal turut mengangkat BTM di atas perahu sebagai bentuk simbolis kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinannya. Ini menjadi awal dari rangkaian penyambutan sebelum BTM menuju panggung kampanye.
Ketua pelaksana adat “Wonti Dance”, David Nusi, memimpin langsung jalannya ritual adat.
Dalam prosesi itu, BTM dipakaikan mahkota kehormatan sebelum naik di atas perahu dan kemudian menjalani prosesi injak piring, sebuah tradisi adat untuk memuliakan pemimpin dan menandai restu masyarakat atas langkah yang akan diambilnya.
Usai prosesi adat, BTM kemudian melangkah ke atas panggung kampanye, disambut ribuan warga yang telah menunggu untuk mendengar langsung visi dan misinya.
Tradisi perahu dan injak piring yang dijalani BTM bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata penghormatan budaya yang mengakar di Waropen, wilayah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Bakau dan simbol keyakinan masyarakat akan hadirnya pemimpin yang mampu mengayuh Papua menuju masa depan yang lebih baik.(Er)
















