Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H., resmi mencanangkan program Sekolah Kampung di Kampung Kayu Batu, Sabtu (21/6)
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan pentingnya pendidikan tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan tempat tinggal (kampung).
“Tujuan utama Sekolah Kampung untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun karakter serta kesadaran generasi muda di kampung melalui pendidikan yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar,” kata Abisai Rollo
Ia menambahkan, membudayakan literasi untuk mendukung pembangunan kota yang berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya, serta memotivasi masyarakat untuk menciptakan budaya belajar di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Sekolah Kampung diarahkan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, berpengetahuan, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendidikan yang menyentuh aspek sosial dan budaya di lingkungan kampung atau komunitas mereka,” ucapnya.
Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura (Dinas P&P) Kota Jayapura karena telah memperhatikan.
“Saat ini sekolah kampung baru di kampung Kayo Batu dan Tahima Soroma Kayo Pulau, tapi seterusnya akan turun ke 10 kampung, sehingga kampung itu ada sekolah kampung karena bahasa itu penting, bahasa itu menentukan bangsa. Jangan sampai hilang bahasa bahasa dan budaya kita di port numbay,”ungkapnya
“Pemerintah kota Jayapura sangat mendukung program untuk bahasa kampung, juga budaya kampung terus ditingkatkan dipertahankan karena kampung itu menentukan sekali untuk kehidupan masyarakat di kampung kampung,” Ucapnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Kota Jayapura, Yoppi Y. Hanuebi, S.Pd mewakili Plt Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengatakan Kampung Kayu Batu dan Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau dipilih sebagai pilot proyek (percontohan) pelaksanaan Sekolah Kampung, karena sumber daya dan materi sudah memungkinkan.
Sekolah Kampung sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Jayapura khusus terhadap pelestarian budaya masyarakat adat melalui jalur pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berbasis komunitas.
Sekolah Kampung bagi masyarakat adat Port Numbay (Kota Jayapura) sebagai bagian dari implementasi Perda Kota Jayapura Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemajuan Kebudayaan Asli Port Numbay.
“Pendidikan bukan tentang angka tapi menjaga kehidupan dan jati diri sebagai manusia dan masyarakat. Sekolah Kampung bukan sekadar tempat belajar tetapi ruang hidup anak-anak belajar langsung kehidupan masyarakat adatnya,” ucap Yoppi.
Ia menambahkan, Sekolah Kampung dalam bentuk pendidikan nonformal, sekolah ini menyasar anak-anak dari usia 10 s.d 15 tahun. Fasilitas pembelajaran seperti budaya, permainan, dan nilai-nilai lokal Port Numbay melalui pendekatan praktik dan peran aktif. Contohnya, anak-anak belajar bahasa KamiKayu Batu dan Kayo Pulau, bermain peran dalam upacara adat, mengenal nama-nama benda sakral, memahami struktur sosial dalam upacara adat.
Selain itu, menghafal ucapan dan mantra, meresapi prosesi adat dari awal hingga akhir, permainan tradisional, kuliner, teknologi, religi, dan lainnya.
“Di sinilah letak kekuatan sekolah kampung, anak-anak belajar bahasa sambil praktik. Fasilitatornya dari masyarakat adat. Sumber dana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura serta APBKam,” ujarnya
Menurutnya, Sekolah Kampung akan dikembangkan ke kampung lainnya seiring penyusunan paduan kurikulum dan metode yang sesuai dengan konteks setiap kampung.
Untuk Tahun Pengajaran 2025/2026, Sekolah Kampung akan berlangsung di Kampung Kayu Batu dan Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, dengan jumlah peserta didik sebanyak 15 orang (8 orang dari dari Kayu Batu dan 7 orang Kayo Pulau), dan jumlah guru 6 orang, yang akan berlangsung selama 24 pertemuan sampai selesai.
Ia menekankan, pentingnya dukungan penuh dari masyarakat adat, guna melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat tersebut. Sekolah Kampung berfungsi sebagai sarana pendidikan yang mengajarkan pengetahuan leluhur, memperkuat jati diri, dan menjaga keberlanjutan budaya serta lingkungan hidup masyarakat adat.
“Dukungan masyarakat adat sangat dibutuhkan agar sekolah kampung dapat berjalan efektif dan menjadi tempat pembelajaran yang kontekstual dengan kebutuhan dan budaya lokal,” Tutupnya.(VN)
















