Paraparatv.id | Jayapura | Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia telah sukses menggelar Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Tahun. Berbagai harapan terucap dalam puncak perayaan PGI.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan juga Tokoh Gereja Nasional PGI Pdt.Dr.(HC) Jacklevyn Frits Manuputty,M.Th, mengatakan gereja gereja didaerah seperti ini berada didalam realitas kemanusiaan dan lingkungan yang tercerabut.
Dimana konflik setiap saat terjadi, lingkungan yang dihancurkan. Oleh karena itu, gereja-gereja harus berdiri dalam persekutuan yang kokoh yang tangguh, sehingga bisa mendampingi umat berhadapan dengan perubahan- perubahan ekstrim yang terjadi disekitarnya memberikan pengharapan bagi umat yang didampingi.
Namun juga gereja-gereja harus relevan selain tangguh. Relevan dalam artian bahwa dia harus bisa menggerakkan advokasi terhadap realitas kemanusiaan yang hancur terhadap realitas lingkungan ekonomi yang dirusak untuk menjamin masa depan bumi Papua bagi generasi Papua ke depan.
“Jadi itu yang harus dilakukan sebagai panggilan gereja-gereja untuk berdiri dalam persekutuan yang tangguh yang kokoh. Tetapi juga dengan relevansi yang sungguh-sungguh bermakna berarti bagi manusia dan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris MRP mewakili Penjabat Gubenur Papua Matias Benoni Mano, S.Par, M.KP menyampaikan terima kasih atas peran aktif PGI dalam mendampingi umat, menjaga kesatuan gereja, serta ikut membangun masyarakat Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera.
Menurutnya, tema perayaan tahun ini “Kesatuan Tubuh Kristus Yang Tangguh dan Relevan”, sungguh tepat dan sangat relevan dengan konteks zaman saat ini.
Ditengah tantangan global dan berbagai pergumulan lokal, gereja-gereja di Indonesia dipanggil untuk tetap bersatu, kuat dalam iman, dan mampu menjawab kebutuhan zaman naik secara rohani maupun nasional.
Kesatuan tubuh Kristus bukan sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan untuk hidup dalam kasih, saling menopang dan menjadi terang serta garam bagi dunia.
“Di tanah Papua, kami melihat gereja bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, kesehatan, perdamaian dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak semua baik gereja, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Papua yang damai, bermartabat dan diberkati.
“Semoga Perayaan HUT ke 75 PGI ini membawa semangat baru dalam memperkuat kesaksian dan pelayanan gereja di seluruh Indonesia,” tutupnya. (Er)

















