Paraparatv.id | Jayapura | Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, meresmikan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Olahraga Karate dan Pencak Silat jenjang SMA /SMK di Aula SMP Muhammadyah Abepura, Rabu 21 Mei 2025.
Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengingatkan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para peserta yang terpilih agar dapat terus berkembang menjadi atlet daerah dan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan profesionalitas dalam pelaksanaan O2SN, dengan harapan tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter siswa yang sehat, sportif, dan tangguh.
Kesempatan tersebut, Rocky menegaskan kepada siswa SMA dan SMK untuk tidak hanya berprestasi di bidang non akademik tetapi juga akademik, karena kedua jenis prestasi ini saling melengkapi dalam pengembangan potensi dan keterampilan siswa.
Prestasi akademik berkaitan dengan pencapaian dalam mata pelajaran dan kompetisi akademik, sedangkan prestasi non-akademik meliputi keberhasilan di bidang olahraga, seni, organisasi, dan kegiatan sosial yang mendukung pengembangan karakter dan soft skills siswa.
Pendekatan ini penting karena fokus hanya pada prestasi akademik dapat mengabaikan potensi kreativitas, kepemimpinan, dan keterampilan sosial siswa yang juga sangat dibutuhkan di masa depan.
Oleh karena itu, ia berharap pendidikan di Kota Jayapura semakin mendorong keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik agar siswa siap menghadapi tantangan dunia yang kompleks dan berubah cepat.
Ia juga meminta agar siswa SMA dan SMK Siswa SMA menjauhi narkoba dan mabuk-mabukan, karena kedua hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental serta masa depan mereka.
Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, hati, paru-paru, serta gangguan psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, dan psikosis.
Selain itu, narkoba juga mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi akademik hingga non akademik, dan dapat menyebabkan siswa sering bolos atau bahkan putus sekolah.
Mabuk akibat minuman keras juga berpotensi merusak kualitas hidup dan menimbulkan masalah sosial. Oleh karena itu, edukasi anti narkoba dan anti mabuk sangat penting dilakukan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa.
“Intinya, siswa SMA dan SMK harus menjauhi narkoba dan mabuk demi menjaga kesehatan, prestasi belajar, prestasi olahraga, dan hubungan sosial yang baik, serta masa depan yang cerah sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Rocky.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP.mengatakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bertujuan mengembangkan talenta olahraga peserta didik sekaligus membentuk karakter yang kuat.
Dikatakan, Program ini menyasar siswa dari jenjang SD hingga SMA, menyediakan wadah untuk mengasah bakat, meningkatkan kemampuan fisik, dan menumbuhkan jiwa sportivitas, disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri.
O2SN juga berperan sebagai ajang pembinaan atlet berprestasi sejak usia sekolah, mempersiapkan mereka untuk kompetisi nasional dan internasional, serta menanamkan nilai-nilai seperti nasionalisme dan solidaritas antar peserta.
Selain prestasi olahraga, O2SN menekankan pembentukan karakter dengan mengajarkan fair play dan kerja sama tim, sehingga tidak hanya mengembangkan atlet hebat, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang berintegritas dan bermental juara.
Tahun 2025, tema O2SN di Kota Jayapura, “Sinergi Inovatif dan Kreatif untuk Mengembangkan Talenta Olahraga Hebat Berkarakter”.
Tema tersebut menegaskan fokus pada pembinaan karakter dan talenta olahraga sejak dini, serta menjaring atlet potensial untuk jenjang provinsi hingga nasional.
Pelaksanaan O2SN dilakukan di SMP Muhammadiyah Jayapura, Rabu (21/5/2025) diikuti 61 peserta dari 19 SMA/SMK, melibatkan delapan wasit karate dan 10 wasit pencak silat, dengan nomor jurus tunggal untuk pencak silat dan kata perorangan untuk karate, baik putra maupun putri.
“Harapan kami agar terwujudnya iklim kompetisi yang sehat dan sportif di antara siswa dan sekolah, sehingga membangun sportivitas dan sikap saling menghargai,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP.
Ia juga mengatakan, terjalinnya siswa SMA dan SMK yang memiliki keunggulan dan prestasi di bidang olahraga serta meningkatnya motivasi dan mutu pendidikan olahraga di sekolah.
Pembinaan dan pengembangan bakat serta minat siswa secara optimal dalam bidang olahraga, termasuk pembentukan jiwa sportivitas, rasa percaya diri, dan tanggung jawab.
Meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air melalui ajang olahraga ini, membudayakan gaya hidup sehat dan gemar berolahraga di kalangan peserta didik.
Selain itu, terjaminnya pelaksanaan O2SN yang efisien, akuntabel, transparan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten dan berkelanjutan.
“O2SN SMA dan SMK dapat menciptakan iklim kompetisi sehat, meningkatkan kreativitas siswa, dan menjadi wadah pengembangan prestasi olahraga siswa sekaligus membentuk karakter sportif, sehat, dan berjiwa nasionalis,” ujar Nur Jaya.
Ia juga mengatakan, siswa yang mengikuti O2SN cenderung memiliki minat yang lebih tinggi untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Hal ini karena O2SN memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan bakat olahraga mereka, sehingga meningkatkan motivasi dan antusiasme dalam berolahraga.
Selain itu, O2SN juga membantu siswa mengembangkan gaya hidup aktif dan membangun kebugaran fisik yang berkelanjutan, yaitu mendorong siswa untuk lebih aktif dan bersemangat dalam bidang olahraga.
Namun, meskipun minatnya tinggi, motivasi berolahraga siswa masih perlu didukung dengan program yang lebih menarik agar tetap konsisten dalam aktivitas olahraga.
Ia juga mengatakan, O2SN membantu siswa mengembangkan jiwa sportivitas melalui kompetisi olahraga yang terstruktur dan berjenjang, siswa belajar berkompetisi secara sehat, mematuhi aturan, dan menghargai lawan serta hasil pertandingan, yang menanamkan nilai fair play dan sportivitas.
Penilaian dalam O2SN tidak hanya berdasarkan prestasi, tetapi juga perilaku sportif peserta, dengan penghargaan khusus seperti piala fair play yang menilai sikap jujur, bertanggung jawab, dan kerja sama tim.
O2SN memberikan pengalaman bertanding yang mengasah mentalitas siswa dalam menghadapi tekanan kompetisi, sekaligus membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab pribadi.
Ajang ini juga mempertemukan siswa dari berbagai daerah, sehingga mereka dapat berinteraksi, membangun persahabatan, dan belajar solidaritas serta menghargai keberagaman dalam olahraga.
Selain aspek fisik, O2SN mendorong pembentukan karakter positif seperti kejujuran, disiplin, dan semangat juang yang penting dalam kehidupan sehari-hari maupun olahraga.
“Dengan demikian, O2SN tidak hanya mengasah kemampuan olahraga siswa, tetapi juga menumbuhkan jiwa sportivitas yang berakar pada nilai-nilai kejujuran, rasa hormat, dan kerja sama tim,” ujar Nur Jaya.
Ia juga mengatakan, O2SN mempengaruhi perkembangan karakter siswa secara positif, seperti meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam berolahraga, sehingga mereka lebih aktif mengikuti kegiatan olahraga di sekolah maupun luar sekolah.
Membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, seperti sportivitas, kerja sama tim, rasa percaya diri, dan penghargaan terhadap prestasi orang lain.
Mendorong pembentukan disiplin, manajemen diri, dan komitmen dalam mencapai tujuan, yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan dan memperluas jaringan sosial dan persahabatan antar siswa.
“O2SN tidak hanya mengembangkan kemampuan fisik dan prestasi olahraga siswa, tetapi juga membentuk karakter yang positif dan berintegritas, yang berdampak jangka panjang pada perkembangan pribadi mereka,” ujar Nur Jaya.
Ia juga mengatakan, O2SN mempengaruhi perkembangan intelektual siswa dengan memberikan tantangan kognitif yang mendorong keterampilan berpikir analitis, strategis, dan pemecahan masalah.
Dalam berbagai cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan, siswa belajar merancang strategi, menghadapi tantangan, dan mengembangkan kemampuan kompetitif yang memperkaya kemampuan intelektual mereka.
Selain itu, O2SN mendorong keterampilan manajemen diri seperti pengelolaan waktu, penetapan tujuan, dan disiplin, yang sangat berguna dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dalam O2SN juga meningkatkan minat siswa dalam mengikuti kegiatan olahraga, yang secara tidak langsung mendukung perkembangan kognitif dan motivasi belajar mereka.
O2SN juga memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan akademik, seperti berpikir kritis dan analitis, serta membuka peluang beasiswa dan peningkatan kepercayaan diri.
“O2SN tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam perkembangan intelektual siswa melalui pembelajaran strategis, manajemen diri, dan peningkatan motivasi belajar,” ujar Nur Jaya. (Redaksi)

















