Example floating
Ekonomi

Melimpah Ketersediaan Telur Ayam, Asosiasi Peternak Ayam Setanah Tabi Minta Pemprov Tidak Menyetok telur dari luar Papua

758
×

Melimpah Ketersediaan Telur Ayam, Asosiasi Peternak Ayam Setanah Tabi Minta Pemprov Tidak Menyetok telur dari luar Papua

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Setanah Tabi, Anike Fonataba menegaskan stok telur lokal di Papua sangat melimpah meminta pemerintah untuk mengedukasi kepada masyarakat setempat untuk mengkomsumsi telur yang masih baru.

” ia menjamin stok telur di wilayah Setanah Tabi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Natal dan Tahun Baru” ujar Anike

---

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Setanah Tabi, Johny Nofriady S,E,M.Han, mengatakan, jumlah peternak Ayam Petelur di Setanah Tabi saat ini sebanyak 76 peternak. Dengan populasi produksi telur setiap harinya sebanyak 442.000 butir.

“Popolusi Produsi telur lokal Papua, akan didistribusikan untuk wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi. Bahkan Provinsi Pegunungan Tengah yang mencakup Wilayah Wamena, Lani Jaya, Tolikara, Mamberamo Raya dan Oksibil serta Yahukimo,” Ucapnya.

“Apabila pemerintah Papua masih mendistribusi telur dari luar daerah Papua, maka telur lokal kita akan tidak laku dan tentunya, akan kebanjiran ketersediaan telur lokal, padahal stok telur lokal untuk beberapa wilayah di Papua sangat surplus,” ucap Jhony saat ditemui awak media di Jayapura, Kamis (9/11).

Lanjut Jhony jika di lihat dari total penduduk yang ada, jumlahnya mencapai 1.6 juta orang. Jumlah tersebut jika diakumulasikan dengan kebutuhan telur setiap tahunnya, sebanyak 144 juta.

“Jumlah ini kita asumsikan, jika setiap orang selama 1 tahun akan mengonsumsi telur sebanyak 90 butir, maka selama 1 tahun kebutuhan telur untuk kita di Papua dan beberapa wilayah di luar Provinsi Papua, hanya 144 juta butir,” terangnya.

Sementara populasi produksi telur lokal dari 76 peternak yang ada, setiap harinya 142.000 telur, maka ketersediaan telur lokal Papua selama 1 tahun sebanyak 159 juta butir.

“Dengan melihat jumlah tersebut maka ketersediaan telur lokal di Papua selama 1 tahun sudah sangat cukup, bahkan surplus, jadi untuk apalgi kita harus distribusikan telur dari luar Papua,” ungkap Jhony.

Menurut Jhony dari segi harga, 1 rak telur lokal hanya di jual berkisar Rp 68 ribu Per rak, Sementara telur dari luar daerah Papua, dijual dengan harga Rp. 70 ribu/rak.

“ini tentu akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat setempat, tapi juga peningkatan usaha bagi pelaku usaha menegah terkhususnya peternak ayam petelur di Papua,” ujarnya.

Jhony kembali menegaskan agar pemerintah Provinsi Papua tidak lagi menyetok telur dari luar Papua. Sebab ketersediaan telur di Papua sangat memenuhi kebutuhan masyarakat Papua, dari segi kualitas justru telur lokal lebih berkualitas dibandingkan dari daerah lain.

“Kalau soal ukuran, semuanya sama bahkan telur lokal kita, lebih besar dibandingkan dari luar Papua,”katanya

Ditempat yang sama Anny Fonataba, menjelaskan pihaknya menjamin swasambada telur lokal untuk Natal dan tahun baru (Nataru) 2023, sangat melimpah, itu tidak diperlukan adanya distribusi telur dari luar daerah Papua.

Pasalanya yang terjadi saat ini dengan adanya pasokan telur dari luar Papua, mempengaruhi daya jual peternak telur lokal.

” Pemerintah pusat telah menginstruksikan agar pemerintah daerah menjamin pertumbuhen ekonomi bagi pengusaha menegah yang ada di daerah,”tuturnya

Anike menambahkan pemerintah justru mengabaikan ekonomi pelaku usaha menengah yang ada di Papua. Tapi justru meningkatkan ekonomi pelaku usaha diluar daerah Papua.pungkasnya (*Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advetorial

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota, Sirante Banne Ringgi (kiri), memimpin apel tim Pelayanan Teknik yang mayoritas laki-laki sebelum bertugas. Sirante mewujudkan kepemimpinan perempuan yang kuat melalui komunikasi yang mengayomi, menekankan keselamatan, dan mengedepankan empati dalam melayani pelanggan di pusat dinamika Provinsi Papua Barat.(*)

Advetorial

(Kiri ke Kanan) General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur, EVP Operasi Distribusi Ignatius Rendroyoko, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew berfoto bersama usai pertemuan sinergi di Manokwari. Kolaborasi kuat ini diharapkan mampu mempercepat target “Papua Terang” dan kemandirian energi di tanah Papua.(*)