Paraparatv.id | Jayapura | Direktur Utama PDAM Jayapura Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM mengungkapkan tentang pemanfaatan Danau Sentani untuk menjadi sumber air bersih jangka panjang yang baru bagi masyarakat Port Numbay dan sekitarnya.
“Hal ini dikarenakan kapasitas sumber air yang dikelola PDAM Jayapura sejak 20 tahun terakhir, belum ada penambahan kapasitas produksi artinya belum ada kita menemukan sumber air baru sementara masyarakat semakin hari semakin bertambah,”ucap Entis kepada Paraparatv.Id, di Jayapura, Jumat (18/8).
“Untuk itu kami menilai pemanfaatan Danau Sentani adalah solusi bagaimana untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di Jayapura saat ini kami membutuhkan tambahan kapasitas produksi, karena memang ada beberapa faktor penyebabnya adalah keterbatasan produksi sumber air yang ada saat ini, semakin hari semakin berkurang karena akibat adanya perambahan hutan, sehingga pegunungan cycloop itu tidak bisa memaksimalkan produksi yang ada, “jelas Entis.
Lanjut Entis menambahkan, produksi untuk di wilayah Kota dengan Kabupaten Jayapura secara total sekitar 925 liter per detik.
“Tapi itu apabila normal, kalau dengan adanya kerusakan hutan ataupun kemarau paling kita bisa produksi 60 persen, ini memang cukup berat ,” Ujarnya.
“Maka kami mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk adanya sumber air baku, kebetulan saat ini yang sudah disetujui oleh pemerintah pusat itu air baku untuk Danau Sentani memang untuk tahap pertama pemanfaatannya mungkin tidak akan sebesar apa yang diharapkan oleh masyarakat,”ungkapnya.
“Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua sudah membangun sumber air yang di batas kota. Jadi itu (air baku dari Danau Sentani) sudah bisa diambil dari Danau Sentani, didorong kemudian masuk ke bak yang ada di Perumnas III,” terangnya.
“Untuk tahap pertama ini kita akan memanfaatkan 100 liter, jadi hanya untuk menambah yang eksisting, harapan saya nanti untuk tahap jangka panjang memang ini harus lebih daripada 100 liter per detik, mudah-mudahan tahap pertama ini sudah bisa kita manfaatkan untuk membantu pelayanan eksisting,”ungkap Entis
“Tetapi misalnya di tahap kedua bisa dimanfaatkan misalnya 200 liter per detik, itu bisa menambah pasokan untuk ke wilayah yang saat ini terdampak oleh kerusakan-kerusakan maupun turunnya produksi terutama untuk daerah Polimak dan Abepura,” Pungkasnya
Ia berharap, Pemerintah pusat bisa segera merealisasikan untuk jangka panjang karena kalau tidak ada penambahan kapasitas produksi ini akan berat karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jayapura. (VN)

















