Example floating
Peristiwa

Nasib Pilot Susi Air di Ujung Tanduk, Kapolda Papua : Negosiasi Masih Berlanjut

315
×

Nasib Pilot Susi Air di Ujung Tanduk, Kapolda Papua : Negosiasi Masih Berlanjut

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id |Jayapura| – Kapolda Papua, Irjen (Pol) Mathias D. Fakhiri mengungkap bahwa hingga saat in pihaknya masih terus berupaya berkomunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya untuk mengembalikan Pilot Susi Air, Captain Philips Mark Mehrtens yang saat ini masih disandera oleh kelompok tersebut.

Kapolda menuturkan, negosiasi dan komunikasi dengan kelompok separatis itu dilakukan oleh tokoh agama dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga.

“Semoga ada itikad baik dari Egi (Egianus Kogoya) sehingga bersama kita bisa wujudkan Papua sebagai tanah damai” kata Kapolda Papua, Irjen Mathias D. Fakhiri di Jayapura, Sabtu (01/07/2023).

Disinggung mengenai kondisi pilot Susi Air, Fakhiri menyebut bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi dari Captain Philips Mark Mehrtens.

Meski begitu ia meminta sekiranya Egianus Kogoya dapat membuka pintu hatinya sebagai orang Papua yang mencintai kedamaian dan selalu memperhatikan kemanusiaan agar dapat melepaskan pilot Susi Air yang telah disandera dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Orang Papua itu lebih kepada rasa kemanusiaan yang cukup tinggi terlebih yang berada di dalam kelompoknya Egi sehingga pilot itu bisa keluar dan saya meyakini itu” ucap Fakhiri.

Disebutkannya, semua pihak sudah bekerja baik dari tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah bekerja untuk menggunakan ruang-ruang yang baik agar bagaimana Captain Philips dapat kembali kepada keluarganya.

“Saya menyakini semua yang saat ini diupayakan oleh berbagai pihak untuk keselamatan Captain Philips akan membuahkan hasil yang baik” singkat Kapolda Papua.

Sebelumnya, Egianus Kogoya mengancam akan mengeksekusi Captain Philips pada hari ini 01 Juni 2023.

Ancaman tersebut telah beredar luas dalam beberapa hari terakhir di sejumlah media sosial.

Captain Philips Mark Mehrtens sendiri merupakan Pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang ditawan oleh kelompok separatis itu sejak tanggal 07 Februari 2023 lalu.

Kronologi Penyanderaan :

  1. Pembakaran Pesawat
    Selasa 7 Februari 2023 sekira pukul 06.30 WIT setibanya di bandara Paro, Captain Philips dan 3 warga lokal yang merupakan penumpang pesawat itu langsung didatangi dan diintimidasi oleh sekiranya 30 orang anggota kelompok separatis tersebut, beberapa diantaranya membawa senjata lengkap.

Selanjutnya, pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 9368 di bakar oleh kelompok separatis Papua pimpinan Egianus Kogoya di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

  1. Penyanderaan Pilot
    Pasca pembakaran pesawat, Captain Philips langsung ditawan oleh kelompok separatis terhitung sejak hari itu, Selasa 07 Februari 2023.

Sampai saat ini pilot Susi Air asal Selandia Baru itu saat ini masih dijadikan sandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Upaya penyelamatan terus diupayakan TNI untuk pembebasan melalui pendekatan dialog melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Pemerintah Kabupaten Nduga.

Namum upaya ini sepertinya tak kunjung ada hasil membuat aparat keamanan TNI-Polri punya standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum akan melakukan tindak tegas.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih kala itu, Mayjen (TNI) Saleh Mustofa menyebut penawawan pilot Susi Air kebangsaan Selandia Baru ini sudah menjadi atensi TNI.

  1. Panglima TNI Sempat Enggan Mengirim Pasukan

Meski sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih menyebut penyanderaan pilot Susi Air ini telah menjadi atensi TNI namun Panglima TNI, Laksamana Yudho Margono sempat tidak ingin mengirimkan pasukan untuk membantu proses pembebasan sandera.

Saat itu Panglima TNI mengatakan bahwa akan berupaya melakukan pembebasan terhadap pilot Susi Air dengan cara persuasif.

Alasannya enggan menurunkan pasukan karena dirinya mengkhawatirkan jika pasukan TNI diturunkan untuk melakukan pembebasan sandera malah menjatuhkan banyak korban lain termasuk pilot Susi Air itu sendiri.

  1. Prajurit TNI Gugur

Keengganan Panglima TNI untuk menurunkan pasukan seakan terjawab.

Sabtu sore (15/04/2023) Kelompok Separatis menyerang prajurit TNI di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.
Akibat penyerangan itu, satu prajurit Kostrad, Pratu Miftaful Arifin dinyatakan gugur.

Adapun penyerangan terjadi saat prajurit Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321 melakukan operasi pencarian pilot Susi Air, Philips Mark Mahrtens (37).

Mereka diserang saat menyisir dan mendekati lokasi penyanderaan pilot Susi Air, Sabtu (15/04/2023) sekira pukul 16.30 WIT. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *