Paraparatv.id | Sentani | Sanitasi yang buruk berdampak pada aspek kehidupan, mulai kualitas lingkungan hidup masyarakat hingga tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat serta meningkatnya jumlah penyakit diare pada balita. Selain itu, turunnya daya saing maupun citra kota hingga menurunnya perekonomian di daerah.
Berkaca dari kejadian tersebut , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Teknik Penyehatan Lingkungan menggelar Sosialisasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), di Aula Kantor Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa, ( 5/4 ).
Acara dibuka oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jayapura Alpius Toam, S.T., melalui Kepala Bidang Teknik Penyehatan Lingkungan pada Dinas PUPR, Richard H. Mangatas, S.T.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jayapura Alpius Toam, S.T., melalui Kepala Bidang Teknik Penyehatan Lingkungan pada Dinas PUPR, Richard H. Mangatas, S.T., mengatakan, program sanitasi berbasis masyarakat ini merupakan program nasional dalam hal ini Kementerian PUPR.
“Kami di daerah selaku dinas atau instansi teknis hanya sebagai perpanjangan tangan untuk menjalankan program tersebut. Jadi, di Kabupaten Jayapura sudah empat tahun berturut-turut menerima program dari pemerintah pusat,” jelas Richard H. Mangatas kepada wartawani usai pembukaan Sosialisasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS).
Lanjut Richard mengatakan, program sanitasi berbasis masyarakat ini di alokasikan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR
melalui Bidang Cipta Karya.
“Satu tahun sebelumnya untuk target atau sasaran dari penerima manfaat ini harus dipersiapkan agar dapat di dorong dan Selanjutnya, melalui diskusi-diskusi dengan pusat itu di harapkan untuk tahun berikut mana yang mendapat giliran untuk menerima manfaat dari program sanitasi ini,” katanya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk pemberian informasi dan persetujuan warga calon penerima manfaat pembangunan Tangki Septik Skala Individual Perkotaan Tahun Anggaran 2022.
“Secara umum program ini adalah bagaimana mengedukasi masyarakat melalui program sanitasi yang ramah lingkungan. Kita ketahui bahwa selama inikan dalam pengolahan air limbah atau limbah rumah tangga maupun tinja itu masih menggunakan cara lama atau metode konvensional. Akibatnya, pemilihan teknis pengolahan limbah tinja ini kurang begitu aman atau mencemari lingkungan tempat tinggal kita,” imbuhnya.
“Dengan adanya program sanitasi ini, bagaimana kita mengubah teknik penandatanganan limbah-limbah yang berasal dari rumah tangga khususnya limbah tinja itu bisa di tampung secara sementara di wadah yang lebih kedap air dan tidak merembes ke kiri kanan seperti septic tank model lama, yang tentunya mengganggu pencemaran lingkungan kita khususnya air tanah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Sentani Kota, Margaretha Debby Nukuboy, S.STP, mengucapkan terima kasih kepada Dinas PUPR yang sudah memberikan bantuan kepada pihaknya berupa Septic Tank individual Perkotaan.
“Untuk Kelurahan Sentani Kota ini sebanyak 63 penerima manfaat dari program sanitasi. Secara umum, di Kelurahan Sentani Kota sebenarnya masih kurang dengan luas wilayah yang begitu besar ditambah dengan jumlah kepadatan penduduk yang begitu banyak. Tapi, dengan adanya program sanitasi ini sangat membantu kami di wilayah Kelurahan Sentani Kota untuk dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga agar dapat memenuhi kesehatan lingkungan warga dan memenuhi standar ramah lingkungan,” tutup Debby Nukuboy. (Irf/GR)

















