Example floating
HeadlinePeristiwaSosial Budaya

Ini Dua Finalis Tan Monj Port Numbay 2022

327
×

Ini Dua Finalis Tan Monj Port Numbay 2022

Sebarkan artikel ini
Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano (tengah) berpose bersama Rasta Mario Alessandro Mandabayan (tiga kanan) dan Janna Augusta Fabiola Kamawa,(dua kiri), Sabtu 26/2/2022). (Foto: Tim Liputan PTV)

Paraparatv.id | Jayapura | Ajang pemilihan duta pariwisata Kota Jayapura yang ditajuk dalam kontes Tan dan Monj Port Numbay tahun 2022, menjadikan kontestan Rasta Mario Alessandro Mandabayan bersama Janna Augusta Fabiola Kamawa terpilih menjadi duta pariwisata Kota Jayapura.

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pertama kali menyelenggarakan kontes Tan dan Monj Port Numbay sejak tahun 2012. Kontes yang menseleksi kawula muda pada tingkat perguruan tinggi ini merupakan gagasan yang diusung oleh Benhur Tomi Mano selaku Wali Kota Jayapura terpilih pada pilkada tahun tersebut.

Wali Kota Benhur Tomi Mano mengatakan, ajang itu diadopsi dari kontes Abang dan None Jakarta, menurut dia, kontes ini dalam rangka membina generasi Papua agar dapat tampil dihadapan publik sebagai duta-duta yang mampu mempromosikan kekayaan alam tanah Port Numbay.

“Ajang ini kalau mereķa (kontestan Tan dan Monj) melakukan dengan baik, etika, perilaku atau attitude mereka, saya rasa ini akan mempengaruhi lingkungan di mana mereka berada.” Kata Tomi Mano saat ditemui awak media usia acara malam final pemilihan Tan dan Monj Port Numbay 2022.

Pemerintah juga bertekad membina kawula muda Port Numbay di bidang ekonomi kreatif, disebutkan Tomi Mano ada 35 usahawan muda yang bergerak di industri kopi, dan itu merupakan binaan langsung Disparekraf Kota Jayapura.

Kepala Dinas Parekraf Kota Jayapura, Mathias Mano disaat yang sama mengatakan penilaian kepada 20 finalis Tan dan Monj Port Numbay 2022 dilakukan secara objektif, yang mana pihaknya melibatkan para juri yang memiliki rekam jejak di bidang pariwisata tingkat nasional.

Proses seleksi kontestan angkatan ke sepuluh Tan dan Monj Port Numbay, dikatakan Mathias Mano, pihaknya mendapati beberapa kendala, meski jumlah yang diseleksi mencapai ratusan pendaftar, namun minat sebagai kontestan, kelengkapan berkas administrasi, wawasan hingga keterampilan dalam mengekspresikan diri, pihaknya menilai kurang.

“Ini dilihat dari angka pendaftaran yang kami katakan minim, rata-rata memang di atas 100 (kontestan), tapi ini sangat sedikit. Karena ketika kami seleksi, kami lihat dari tinggi dan berat badan yang proporsional, berkas-berkas administrasi, lalu pada proses selanjutnya adalah seleksi tes tertulis dan wawancara, ketika itu dilakukan pun banyak dari mereka yang gugur.” Jelas Mathias.

Ekspektasi publik terhadap duta pariwisata, menurut Mathias, meski dirasa belum memuaskan, pihaknya tetap memaksimalkan jumlah kuota yang ditetapkan sebagai finalis Tan dan Monj sebanyak 20 kontestan yang terdiri dari 10 putera dan 10 puteri.

Satu dekade (2012-2022) terselenggara, kontes bakat untuk kawula muda Port Numbay ini diwujudkan sebagai wadah bagi pemuda-pemudi agar kelak dapat tampil berani berbicara di hadapan publik serta mampu menjadi pemimpin. (AY/ST)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *