Example floating
BERITAKABAR KOTA JAYAPURAPeristiwa

Perkuat Sinergi Semua Pihak, Kota Jayapura Genjot Peran Orang Tua Asuh dan Kunjungan Posyandu Tekan Angka Stunting

77
×

Perkuat Sinergi Semua Pihak, Kota Jayapura Genjot Peran Orang Tua Asuh dan Kunjungan Posyandu Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
dr. Ni Nyoman Sri Antari

Paraparatv.id | Jayapura | Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura menggelar kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana bersama Kelompok Kerja Advokasi. Kegiatan ini mengajak para pemangku kepentingan serta mitra kerja untuk bersatu memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kota Jayapura, Kamis (6/8).

Kegiatan ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, melibatkan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, organisasi keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan menyeluruh dan tepat sasaran.

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, menyampaikan bahwa keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada partisipasi luas, terutama dalam meningkatkan kehadiran ibu hamil, bayi dan balita ke Posyandu. Saat ini, cakupan kunjungan ke Posyandu baru mencapai sekitar 25 persen dari jumlah sasaran, menjadi tantangan utama yang harus segera diselesaikan bersama.

“Kita harus berusaha keras agar anak-anak rutin hadir ke Posyandu. Dari data yang tercatat, teridentifikasi ada 837 balita mengalami stunting dari lebih 6.600 anak yang dipantau. Jika rutin datang, pertumbuhan dan gizi dapat terpantau sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, kekhawatiran tetap ada terhadap anak-anak yang jarang atau tidak pernah datang ke Posyandu karena berisiko tidak terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Kota Jayapura masih mencapai sekitar 20 dari setiap 100 balita. Oleh sebab itu, dukungan dan keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka tersebut secara bertahap.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Anthoneta Puy, menjelaskan bahwa pemerintah daerah mendapat target menyiapkan 181 Orang Tua Asuh untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Hingga saat ini, sudah terpenuhi 50 sasaran berkat dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan dari Bank BRI, yang juga turut membantu pembangunan tiga unit jamban bagi keluarga yang membutuhkan.

“Kami mengajak seluruh instansi, BUMN, BUMD dan dunia usaha untuk turut serta menjadi Orang Tua Asuh agar target 181 keluarga dapat terpenuhi sepenuhnya. Pendampingan berlangsung selama tiga bulan dan kemajuan anak akan dipantau setiap bulan melalui Posyandu,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 14.425 keluarga menjadi sasaran pembinaan dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Mengingat jumlah tersebut, gerakan mendorong kehadiran ke Posyandu harus terus digalakkan agar pelayanan dasar kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang dapat menjangkau hingga ke keluarga paling jauh sekalipun.

Melalui kegiatan advokasi ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap ikatan kerja sama semakin kokoh, kesadaran masyarakat meningkat, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai dan kelak melahirkan generasi anak-anak Kota Jayapura yang sehat, cerdas, tumbuh sempurna dan berkualitas.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *