Example floating
BERITAEkonomiKABAR KOTA JAYAPURAPeristiwa

Dukung Swasembada Bangan Nasional, Pemkot Jayapura Panen Perdana Padi

11
×

Dukung Swasembada Bangan Nasional, Pemkot Jayapura Panen Perdana Padi

Sebarkan artikel ini
Tampak Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo dan Jajaran Pejabat Teras di Pemkot Jayapura menunjukan Hasil Panen Padi di Koya Timur

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melaksanakan panen perdana padi dari program cetak sawah rakyat di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Selasa (23/5/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap program nasional ketahanan pangan sekaligus langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar daerah.

Panen perdana dipimpin langsung oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., didampingi jajaran pemerintah daerah, perwakilan Balai Besar Rehabilitasi dan Pemulihan Lahan Pertanian (BBRMP) Papua, serta para petani setempat.

Dalam keterangannya, Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa pengembangan cetak sawah rakyat di Distrik Muara Tami adalah langkah penting pemerintah kota untuk mendukung swasembada pangan nasional.

“Hari ini kita melaksanakan panen perdana padi yang telah ditanam sekitar tiga bulan lalu di Kelurahan Koya Timur. Ini merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan yang sangat kita dukung dan jalankan di Kota Jayapura,” ujar Wali Kota Abisai Rollo.

Ia menjelaskan, saat ini lahan cetak sawah yang telah disiapkan mencapai 100 hektare. Pemerintah Kota Jayapura juga membuka peluang besar untuk memperluas pengembangan lahan tersebut hingga mencapai 1.000 hektare ke depannya, melalui kerja sama kemitraan dengan para petani di wilayah Muara Tami yang memiliki potensi lahan pertanian cukup luas.

“Jika pengembangan ini bisa mencapai target 1.000 hektare, maka kontribusinya akan sangat besar dalam mendukung program nasional, sekaligus sangat membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kota Jayapura. Selama ini kebutuhan kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar, oleh karena itu kawasan Muara Tami akan terus dikembangkan sebagai sentra produksi pangan utama di kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai BBRMP Papua, Aser Rouw, menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi kuat yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura bersama Kementerian Pertanian dalam menjalankan program ini. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan lahan pertanian sudah sangat baik, tercatat ada 100 hektare lahan yang sedang didorong pengembangannya.

Aser Rouw pun optimis seluruh lahan tersebut akan segera ditanami secara bertahap dan mampu menekan angka ketergantungan pasokan beras dari luar Papua. “Jika target pengembangan 1.000 hektare dapat terealisasi, maka diperkirakan sekitar 10 persen ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dapat kita kurangi secara signifikan,” ungkap Aser.

Pihaknya memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan bertahap, berupa penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan infrastruktur jalan usaha tani. “Kami akan mendukung penuh penyusunan data dan perencanaan program ini agar produksi pangan di wilayah ini dapat meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun, melaporkan rincian perkembangan lahan cetak sawah tersebut. Dari total luas 100 hektare program, lahan yang sudah siap tanam saat ini baru mencapai sekitar 25 hektare, dan sebanyak 18,5 hektare di antaranya telah ditanami padi secara bertahap.

“Untuk panen perdana yang kita lakukan hari ini, luasnya mencapai kurang lebih lima hektare. Panen selanjutnya akan dilakukan secara berturut-turut dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan sesuai usia tanaman,” jelas Gerardus.

Mengenai pemasaran hasil panen, ia mengakui saat ini para petani masih menjual gabah kepada pedagang perantara. Namun, Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya melakukan pendekatan dan koordinasi dengan Perumahan Bulog Papua agar ke depan hasil panen petani dapat diserap langsung oleh negara.

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak Bulog. Saat ini Bulog Papua belum menerima gabah, sehingga sementara ini masih dibeli oleh pedagang perantara. Harapan kami, ke depan Bulog dapat memfasilitasi penyerapan langsung hasil panen petani agar harga dan kesejahteraan petani lebih terjamin,” pungkas Gerardus.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *