Paraparatv.di | Nabire | Semangat pantang menyerah dan gaya hidup sehat ditunjukkan oleh sosok inspiratif yang akrab disapa “Opa Udhin”. Di usia yang tak lagi muda, pria ini justru membuktikan bahwa berlari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan gaya hidup yang penuh makna dan semangat hidup.
Bagi Opa Udhin, usia bukanlah penghalang untuk tetap aktif. Ia mengaku bahwa lari menjadi sumber energi dan motivasi untuk menjaga tubuh tetap bugar dan mandiri. “Aktivitas fisik seperti lari membuat tubuh terasa lebih muda dan semangat tetap hidup,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada tantangan fisik yang semakin berubah, Opa Udhin tetap konsisten menjaga rutinitas latihannya. Ia menerapkan jadwal fleksibel dan menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh. Jika merasa lelah, ia memilih berjalan cepat di area Bandara Lama Nabire, yang penting tetap bergerak.
Tak hanya itu, ia juga disiplin melakukan pemanasan dan pendinginan, serta melengkapi latihannya dengan latihan kekuatan ringan. Menurutnya, menjaga hidrasi dan nutrisi juga menjadi kunci utama agar tubuh tetap kuat dan terhindar dari cedera.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika harus “berlomba” dengan anak-anak muda. Meski usia terpaut jauh, Opa Udhin tetap mampu menunjukkan performa yang mengesankan. Bahkan, ia sering kali disangka masih muda karena semangat dan ketahanannya.
Namun, perjalanan itu tidak selalu mudah. Ia mengaku pernah berada di titik ingin menyerah. “Tapi saya selalu ingat rasa bangga setelah menyelesaikan lari. Itu jauh lebih berharga daripada berhenti di tengah jalan,” katanya. Ia juga sering memotivasi diri dengan membayangkan garis finis, menikmati sunset, hingga merasakan angin sejuk di Nabire.
Sebagai pelari master, tantangan terbesar yang dihadapi adalah waktu pemulihan yang lebih lama dan risiko cedera yang meningkat. Meski begitu, ia menyiasatinya dengan latihan yang seimbang, istirahat cukup, dan mendengarkan sinyal tubuh.
Dukungan keluarga dan komunitas juga menjadi faktor penting dalam menjaga semangatnya. Baginya, berlari bersama komunitas bukan hanya soal olahraga, tetapi juga kebersamaan dan saling menguatkan.
Kepada para pemula, Opa Udhin berpesan untuk memulai dari langkah kecil, membuat jadwal rutin, dan mencari teman atau komunitas lari. “Kalau malas, paksa diri keluar rumah 10 menit saja. Biasanya nanti lanjut sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Lebih dari sekadar olahraga, lari bagi Opa Udhin adalah bentuk kebebasan, meditasi, dan perjalanan tanpa henti. Ia percaya bahwa setiap langkah adalah bentuk syukur atas kehidupan.
Ke depan, ia tak memiliki target besar selain terus berlari dan menginspirasi, khususnya generasi muda di Nabire. “Lari bukan tentang mengalahkan orang lain, tapi menaklukkan diri sendiri,” tutupnya.
Dengan semangatnya, “Opa Udhin” menjadi bukti nyata bahwa usia hanyalah angka, dan selama jantung masih berdetak, setiap orang bisa terus melangkah.(*)


















