Paraparatv.id | Jayapura | Personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura menerima laporan musibah longsor yang menimbun seorang warga di Batu Putih Gajah Putih, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Laporan diterima dari Tambirana Woru setelah keluarga dan masyarakat tidak menemukan korban setelah melakukan pencarian sendiri.
Korban yang bernama Rafles Fonataba/Waromi (L/22) sedang melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi kejadian ketika tanah longsor tiba-tiba terjadi pada pukul 14.30 WIT. Korban tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material tanah.
Setelah menerima laporan, tim rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura yang berjumlah 11 personil menyiapkan peralatan termasuk Truk Personil, D-Max, peralatan ekstrikasi, Palkom, dan PalSAR pendukung lainnya.
Tim melakukan briefing sebelum bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 20.10 WIT, kemudian melaksanakan asesmen dan operasi SAR.
“Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polresta Jayapura, BPBD, keluarga, dan masyarakat saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas Jayapura, Anton Sucipto.
Penambangan Tradisional di wilayah Kota Jayapura, menjadi salah satu aktivitas yang dilarang oleh Pemerintah kota Jayapura, Namun hingga saat ini warga enggan menghiraukan himbauan Pemerintah atas dampak yang akan ditimbulkan. (*)
















