Example floating
BERITAPeristiwa

Abisai Rollo Meninjau Evakuasi Warga Tertimbun Longsor di Tambang Tradisional Gajah Putih

24
×

Abisai Rollo Meninjau Evakuasi Warga Tertimbun Longsor di Tambang Tradisional Gajah Putih

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, meninjau langsung proses evakuasi warga yang tertimbun longsor di lokasi tambang tradisional Gajah Putih, Kelurahan Numbai, Selasa (17/2/2026). Proses pencarian dan evakuasi korban telah berlangsung selama tiga hari, melibatkan warga setempat, personel TNI–Polri, serta tim Basarnas.

Dalam keterangan di lokasi kejadian, Wali Kota menyampaikan bahwa ia berada di lokasi sejak pukul 14.00 WIT hingga 20.00 WIT untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal. “Sudah tiga hari evakuasi dilakukan oleh warga, TNI–Polri dan Basarnas. Saya datang hari ini untuk melihat langsung prosesnya dan memastikan semua berjalan dengan baik,” ucapnya.

Abisai mengungkapkan bahwa aktivitas pendulangan emas tradisional di Kota Jayapura telah berulang kali diingatkan karena berpotensi menimbulkan bencana. Sebelumnya, ia pernah turun langsung ke sejumlah lokasi termasuk kawasan Polimak untuk memberikan imbauan. “Saya tidak melarang masyarakat mencari nafkah. Tetapi kita harus melihat dampaknya. Aktivitas pendulangan ini sangat rawan bencana. Ketika terjadi longsor, bukan hanya penambang yang menjadi korban, tetapi juga bisa berdampak pada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Peristiwa longsor di Gajah Putih menjadi peringatan serius atas risiko aktivitas tambang tradisional. Pemerintah Kota Jayapura akan mengambil langkah setelah proses evakuasi dan pemakaman korban selesai. “Setelah jenazah diangkat dan dimakamkan, lokasi ini akan dipasang garis polisi agar tidak ada lagi aktivitas pendulangan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan aktivitas tambang ilegal. Wali Kota menyebut telah bertemu dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan untuk menyampaikan kondisi di lapangan. “Mereka meminta data dan nanti akan ada tim yang turun untuk membantu menghentikan seluruh aktivitas pendulangan emas di Kota Jayapura,” katanya.

Abisai juga menyoroti aktivitas pendulangan yang masih terlihat di beberapa titik termasuk kawasan Bambu Kuning. Ia berharap masyarakat memiliki kesadaran agar kejadian serupa tidak terulang. “Saya harap kesadaran kita semua. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan kembali menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.

Selain itu, ia mengajak para pemilik hak ulayat dan tokoh adat setempat termasuk ondoafi untuk bersama-sama menjaga wilayah Kota Jayapura dari aktivitas pendulangan liar yang membahayakan. “Saya berharap kepada para pemilik tanah dan para ondoafi, mari kita jaga kota ini. Jangan biarkan aktivitas yang berisiko ini terus terjadi dan menimbulkan korban lagi,” tandasnya.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *