Example floating
BERITAEkonomi

SERUNAI 2025: BI Papua Salurkan Rp34,5 Miliar Uang Pecahan ke Masyarakat

6
×

SERUNAI 2025: BI Papua Salurkan Rp34,5 Miliar Uang Pecahan ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman

Paraparatv.id | Jayapura | Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua telah menyelesaikan pelaksanaan program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025. Melalui program tersebut, BI Papua melayani penukaran uang Rupiah kepada lebih dari 3.000 orang dengan total nilai penukaran mencapai Rp34,5 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, mengatakan capaian tersebut meningkat signifikan, yakni 369 persen dibandingkan realisasi SERUNAI tahun 2024. Adapun pecahan uang yang paling diminati masyarakat adalah Rp5.000 dan Rp10.000.

“SERNUNAI 2025 merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah, khususnya Uang Pecahan Kecil (UPK), di wilayah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal,” ujar Faturachman

Program SERUNAI 2025 diawali dengan kegiatan Kick-Off di Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025 dan berlangsung hingga 23 Desember 2025.

Di Papua, pelaksanaan SERUNAI dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak, antara lain rumah ibadah seperti GKI Sion, GKI Pengharapan, Gereja Immanuel Hamadi, Gereja Gembala yang Baik, Gereja Pengharapan Sentani, dan Gereja Santo Petrus.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, instansi pemerintah seperti Kantor Gubernur Papua, Polda Papua, dan Mako Koarmada X, serta fasilitas publik seperti Bandara Sentani dan Pelabuhan Jayapura.

Layanan penukaran uang juga diperluas melalui tujuh Kas Titipan yang tersebar di Biak, Serui, Sorong, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke.

Selain program SERUNAI, BI Papua sepanjang tahun 2025 juga aktif melaksanakan layanan Kas Keliling di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Layanan ini mencakup 24 titik pelaksanaan yang tersebar di berbagai kabupaten di Papua.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Merauke (Distrik Ilwayab), Keerom (Arso 2 dan Distrik Senggi), Boven Digoel (Tanah Merah), Mamberamo Raya (Kasonaweja), Mappi (Keppi), Supiori (Sorendoeri), Waropen (Pasar Uri Waren), Paniai (Enarotali dan Distrik Madi), Deiyai (Distrik Tigi), Dogiyai (Distrik Moanamani), Yalimo (Elelim), Mamberamo Tengah (Kobakma), Asmat (Agats), Tolikara (Karubaga), Pegunungan Bintang (Oksibil), Puncak Jaya (Mulia), serta Kabupaten Jayapura yang mencakup Distrik Nimboran, Demta, Depapre, dan Nimbokrang.

BI Papua menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil Papua.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *