Jayapura | Sentani | Rencana Gubernur Provinsi Papua Mathius Derek Fakiri dan Bupati Jayapura Yunus Wonda merupakan upaya mewujudkan visi besar Bupati Jayapura Almarhum Habel Melkias Suwae untuk menjadikan kawasan pesisir Teluk Tanah Merah, meliputi Distrik Sentani Barat Moi dan Distrik Kemtuk (kawasan Alang-Alang Bonggrang) sebagai kawasan perdagangan dan industri. Hal tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Korneles Yanuaring, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Kabupaten Jayapura selama dua periode.
“Program pembangunan harus berkelanjutan, tidak boleh dibatasi oleh masa jabatan Kepala Daerah,” tutur Korneles Yanuaring pada Sabtu (17/1/2026) di Sentani.
Masyarakat Kabupaten Jayapura patut berterima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua dan Bupati Jayapura atas langkah besar memindahkan pelabuhan peti kemas milik Pemerintah Provinsi Papua dari Kota Jayapura ke Pelabuhan Peti Kemas Depapre, Kabupaten Jayapura. Rencana pemindahan tersebut akan mulai dilakukan pada tahun 2026.
Dengan pemindahan pelabuhan peti kemas ke Depapre sebagai pusat perdagangan, serta pembangunan kawasan Moi dan Alang-Alang Bonggrang sebagai pusat pergudangan dan kawasan industri, diharapkan dapat menarik investasi, menyerap tenaga kerja, mengurangi angka pengangguran, memacu produktivitas sektor lainnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku ekspor-impor, dan secara otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan masif.
Selain Korneles Yanuaring, Billy Suwae sebagai Ketua Fraksi Bersatu Membangun DPRK Jayapura juga memberikan perhatian terkait hal ini. Melalui media pada Selasa (20/1/2026) di Sentani, ia berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Jayapura segera menyelesaikan dan menjamin kelanjutan pembangunan pelabuhan peti kemas di Distrik Depapre.
“Bangunan pelabuhan peti kemas di Distrik Depapre sangat penting dan harus diselesaikan karena merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) masa kepemimpinan Almarhum Dr. Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM, yang menjabat sebagai Bupati Jayapura selama dua periode (2001-2011),” ujar Billy Suwae.
Ia menambahkan, “Uang rakyat sudah banyak dikeluarkan untuk pembangunan pelabuhan tersebut. Sangat disayangkan apabila pembangunannya tidak dilanjutkan. Oleh karena itu, kami berharap apa yang telah dibangun dapat dilanjutkan kembali.”
Billy Suwae juga menyampaikan bahwa pelabuhan peti kemas saat ini di Kota Jayapura yang berbagi lokasi dengan pelabuhan penumpang sudah mengalami kepadatan arus kendaraan yang semakin meningkat setiap hari. “Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura harus segera mengantisipasi hal tersebut dengan memindahkan pelabuhan peti kemas ke Depapre,” tegasnya, yang juga merupakan anak kandung dari Almarhum Bupati Habel Melkias Suwae.(Redaksi)
















