Example floating
BERITAPeristiwa

Legenda Persipura Marthen Mettu Sala Suara Muri Tutup Usia

65
×

Legenda Persipura Marthen Mettu Sala Suara Muri Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
Alm. Marthen Mettu Sala Duara Muri saat menjadi Pelatih Club Persipura Jayapura dalam sebuah momen

Paraparatv.id | Jayapura | Marthen Mettu Sala Duara Muri, atau yang lebih dikenal sebagai Mettu Duara Muri, legenda sepak bola Papua dan mantan pemain serta pelatih Persipura Jayapura, wafat pada Selasa (27/1/2026) malam di RSUD Dok II Jayapura, pada usia 67 tahun.

Almarhum Lahir di Pulau Doom, Sorong, Papua Barat, pada 25 Maret 1958, ia merupakan generasi pionir pemain sepak bola Papua yang menimba ilmu di Diklat Ragunan Jakarta.

Ia bergabung dengan Persipura (dulu PS Mandala Jaya) pada akhir 1970-an dan menjadi pilar utama klub tersebut di era kejayaannya tahun 1970-an hingga 1980-an, bersama dengan ikon seperti Timo Kapisa dan Yohanes Auri. Ia juga pernah membela Timnas Indonesia dan mencetak gol pada kualifikasi Olimpiade 1980 melawan Brunei Darussalam.

Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjadi asisten pelatih Persipura sejak 2002 dan pernah menjabat sebagai caretaker di final Liga Super Indonesia 2014.

Berikut adalah sepak terjang Almarhum Marthen Mettu Sala Duara Muri, legenda sepak bola Papua:

Awal Karier dan Pendidikan

Lahir di Pulau Doom, Sorong, Papua Barat, pada 25 Maret 1958, ia merupakan generasi pionir pemain sepak bola Papua yang menimba ilmu di Diklat Ragunan Jakarta, tempat ia mengasah kemampuan sepak bola sejak muda.

Karier sebagai Pemain

  • Klub: Bergabung dengan Persipura (dulu PS Mandala Jaya) pada akhir 1970-an, menjadi pilar utama klub di era kejayaannya tahun 1970-an hingga 1980-an. Bersama dengan Timo Kapisa, Yohanes Auri, Hengky Heipon, Yakobus Mobilala, dan Adolf Kabo, ia turut mengantarkan Persipura meraih gelar berulang kali di Piala Soeharto Cup serta mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 4-3 pada salah satu laga penting.
  • Timnas: Pernah membela Timnas Indonesia dan mencetak gol pada kualifikasi Olimpiade 1980 melawan Brunei Darussalam. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim yang meraih medali perunggu Sea Games 1981. Ia mampu bermain di beberapa posisi, termasuk sebagai gelandang bertahan dan striker.

Karier sebagai Pelatih

Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjadi asisten pelatih Persipura sejak 2002 dan menjabat selama kurang lebih 26 tahun. Ia mendampingi pelatih besar seperti Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago, serta pernah menjadi caretaker di final Liga Super Indonesia 2014.

Bersama dengan tim pelatih lainnya, ia turut menjadi arsitek kejayaan Persipura yang meraih gelar Liga Indonesia pada 2005, 2008, 2011, dan 2013, serta Torabika Championship 2016. Bahkan saat Persipura mengalami pasang surut termasuk degradasi ke Liga 2, ia tetap memberikan dukungan dan menyerukan evaluasi serta motivasi bagi pemain.

Warisan dan Pesan

Ia selalu menekankan pentingnya disiplin dan latihan teratur bagi generasi muda pemain sepak bola Papua. Hingga akhir hayatnya, ia tetap dekat dengan sepak bola Papua dan sering berbagi pengalaman serta hikmah kepada anak muda yang bermimpi menjadi pemain profesional.

Sehari sebelum wafat pada 27 Januari 2026, ia masih hadir di Stadion Mandala Jayapura untuk menyaksikan pertandingan persahabatan antara legenda Persipura, manajemen, dan awak media.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *