Example floating
AdvetorialKesehatan

Dialog dengan Warga Kotabaru, Alberth Merauje Paparkan Evaluasi Kerja dan Sosialisasikan Program Asuransi Jiwa Bahagia

65
×

Dialog dengan Warga Kotabaru, Alberth Merauje Paparkan Evaluasi Kerja dan Sosialisasikan Program Asuransi Jiwa Bahagia

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Anggota DPR Papua dari Partai NasDem, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, menggelar dialog dan tatap muka bersama masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) I, tepatnya di Kelurahan Kotabaru, Distrik Abepura, Sabtu (17/1/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Alberth untuk menyampaikan evaluasi kerja selama satu tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR Papua.
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, Alberth menjelaskan bahwa selama satu tahun berada di lembaga legislatif, ia secara khusus mengevaluasi kinerjanya di wilayah Dapil I yang meliputi Muara Tami, Abepura, dan Heram.

Evaluasi tersebut, menurutnya, penting agar masyarakat mengetahui apa saja yang telah dan sedang dikerjakan oleh wakilnya di DPR Papua.

“Saya sampaikan kepada masyarakat apa saja tugas DPR dan apa yang sudah saya kerjakan selama satu tahun ini,” ujar Alberth.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tugas utama DPR, yakni membuat regulasi, menetapkan anggaran bersama pemerintah provinsi, serta melakukan pengawasan. Ketiga tugas tersebut, kata Alberth, telah ia jalankan melalui berbagai program dan kolaborasi, baik dengan Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Kota Jayapura, mengingat wilayah dapilnya berada di kawasan kota.

Salah satu perhatian yang disampaikan Alberth kepada warga adalah upaya menciptakan kota yang aman dan bersih, salah satunya melalui pemasangan lampu penerangan jalan.

Ia menyebutkan, sejumlah titik di wilayah dapilnya telah dipasangi lampu jalan, baik melalui anggaran Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua.

“Beberapa lampu jalan juga dipasang melalui Dinas Kominfo Provinsi Papua, termasuk lampu tenaga surya (solar cell),” jelasnya.

Selain itu, Alberth juga menyinggung program internet gratis yang dipasang di gereja dan masjid melalui Dana Otonomi Khusus, yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya dan masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di bidang infrastruktur, Alberth menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah dapilnya telah dikerjakan, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Namun, perhatian utama yang terus ia dorong adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, yang menurutnya merupakan kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Alberth telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, Balai Sungai, PDAM, hingga pihak-pihak teknis lainnya untuk mendorong program sumur bor dan instalasi air bersih, termasuk dari sumber air Kojabu, Kamolker, hingga Danau Sentani dan Moso.

“Air bersih ini kebutuhan pokok rakyat. Saya juga sudah koordinasi langsung dengan Direktur PDAM dan Balai Sungai,” katanya.

Ia mengakui, sebagian warga sudah menikmati layanan air bersih, namun sebagian lainnya masih mengusulkan agar program tersebut diperluas.

Selain air bersih, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penerangan jalan di kawasan perumahan serta perbaikan jalan-jalan lingkungan yang rusak.

Menanggapi hal itu, Alberth mengarahkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertulis melalui RT, RW, kelurahan, dan distrik. Menurutnya, mekanisme tersebut penting untuk memastikan apakah apakah ruas jalan kota, ruas jalan provinsi dan ruas jalan nasional.

“Kalau jalan kota, sampaikan PU Kota. Kalau jalan provinsi silahkan ke Dinas PU Provinsi dan nanti tembusan ke saya di DPR, karena saya di Komisi IV bidang infrastruktur,” jelasnya.

Dalam dialog tersebut, Alberth juga menyinggung pelayanan kesehatan di wilayah dapilnya, mulai dari pustu, puskesmas, hingga rumah sakit Abepura dan Rumah Sakit Jiwa. Ia menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan mulai membaik, meski masih terdapat catatan terkait sikap sebagian petugas yang perlu dibenahi.

Sementara di bidang pendidikan, Alberth menyampaikan bahwa sekolah negeri pada umumnya sudah membebaskan SPP. Namun, ia mengingatkan agar pungutan komite sekolah disampaikan secara terbuka dan jelas peruntukannya kepada orang tua murid. Untuk sekolah swasta, ia memahami adanya pungutan karena keterbatasan subsidi pemerintah.

Alberth juga menyampaikan dukungannya terhadap program Kartu Sehat yang dicanangkan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, yang menyasar lansia, mahasiswa, dan lain sebagainya. Program tersebut, menurutnya, akan ia kawal secara khusus di wilayah dapilnya.

Dalam sesi dialog, warga juga menyampaikan aspirasi terkait sanggar seni dan pengembangan talenta anak muda, yang dinilai masih kekurangan fasilitas.

Alberth meminta agar aspirasi tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat dipetakan sesuai kewenangan pemerintah kota, provinsi, maupun pusat.

“Program harus disusun dari bawah. Kalau kota tidak mampu, kita dorong ke provinsi. Kalau provinsi juga terbatas, kita perjuangkan ke pemerintah pusat. Karena pelayanan publik harus merata,” tegasnya.

Selain itu, Alberth memperkenalkan salah satu program Partai NasDem hasil kerja sama dengan Asuransi Bumiputera, yakni Asuransi Jiwa Bahagia.

Adapun rincian paket tersebut sebagai berikut:

Paket 1: Premi Rp50.000 per tahun per kepala keluarga

Paket 2: Premi Rp100.000 per tahun per kepala keluarga

Paket 3: Premi Rp150.000 per tahun per kepala keluarga

Paket 4: Premi Rp200.000 per tahun per kepala keluarga

Paket 5: Premi Rp250.000 per tahun per kepala keluarga

Setiap paket memberikan manfaat perlindungan asuransi jiwa bagi satu keluarga, yakni ayah, ibu, dan hingga tiga orang anak, dengan nilai santunan disesuaikan dengan paket yang dipilih.

Program tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Alberth meminta warga menyiapkan kartu keluarga untuk proses pendataan, sementara teknis pelaksanaan akan ditangani pihak Asuransi Bumiputera.

Menurut Alberth, gagasan program tersebut lahir dari pengalamannya selama satu tahun menjadi anggota DPR Papua, di mana ia kerap menerima panggilan dari keluarga dan masyarakat yang membutuhkan bantuan saat mengalami musibah.

“Dalam kondisi susah, orang sering menghubungi saya. Dari situ saya berpikir, harus ada jaminan dasar yang bisa membantu keluarga,” pungkasnya. (VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *