Paraparatv.id | Jayapura | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat kembali melaksanakan program “Srikandi PLN Mengajar” sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, kegiatan edukasi kelistrikan tersebut menyasar anak-anak SD YPK Warsambin, Kabupaten Raja Ampat.
Melalui inisiatif ini, para Srikandi PLN berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasar penggunaan listrik yang aman. Program ini secara khusus bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman sejak usia dini mengenai keselamatan kelistrikan. Harapannya, anak-anak dapat lebih waspada dan mampu melindungi diri dari risiko bahaya listrik yang mungkin terjadi di sekitar lingkungan mereka.
Dalam kegiatan yang dilakukan secara interaktif tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk potensi bahaya listrik. Materi yang disampaikan meliputi risiko yang timbul dari pohon dan atap rumah yang menyentuh jaringan listrik. Selain itu, disampaikan juga bahaya permainan layang-layang atau balon udara di dekat jaringan, serta risiko genangan air dan banjir saat musim hujan.
Para siswa juga diberikan pemahaman tentang bahaya listrik di rumah, bahaya kabel listrik ketika menggali tanah, serta risiko mendekati atau memasuki area gardu milik PLN. Di samping itu, mereka diedukasi tentang bahaya pemasangan papan reklame, umbul-umbul, atau tenda hajatan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik. Edukasi keselamatan listrik (K2) ini diberikan dengan metode games seru dan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Ketua YPK Kabupaten Raja Ampat, Rikman Budiman, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Srikandi PLN Mengajar. Menurutnya, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber bacaan dan teknologi pembelajaran. Ia menyebut, dukungan PLN melalui edukasi kelistrikan ini akan memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keselamatan.
Pada kesempatan lain, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menyampaikan kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dan berharap dengan terlaksananya edukasi ini mampu mencetak generasi masa depan yang sadar akan bahaya listrik.
“Edukasi keselamatan listrik bagi anak-anak adalah investasi jangka panjang. Dengan pemahaman yang ditanamkan sejak dini, kita tidak hanya melindungi generasi masa depan dari bahaya, tetapi juga mencetak generasi yang sadar energi dan bertanggung jawab terhadap aset kelistrikan. Program Srikandi PLN Mengajar ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecualii, memiliki akses terhadap pengetahuan yang menyelamatkan jiwa,” pungkas Diksi.
Melalui program TJSL ini, PLN menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia layanan listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. PLN aktif berkontribusi dalam peningkatan literasi energi dan keselamatan listrik bagi masyarakat. PLN berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mencetak generasi muda yang lebih sadar, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*/Redaksi)

















