Paraparatv.id | Jayapura | PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik demi kenyamanan masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini merupakan bagian dari dedikasi PLN dalam menyediakan energi yang stabil, sehingga perayaan ibadah dan momen berkumpul keluarga di Tanah Papua dapat berjalan tanpa kendala.
Kesiapan ini dipastikan langsung melalui peninjauan lapangan oleh Ketua Posko Nasional Sektor ESDM 2025/2026, Erika Retnowati, bersama jajaran Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina di Gardu Induk (GI) Skyline, Kota Jayapura, Sabtu (27/12). Sinergi antarinstansi di bawah naungan sektor ESDM ini bertujuan memastikan seluruh ekosistem energi, baik listrik maupun BBM, berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi lonjakan kebutuhan di akhir tahun.
Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam menjamin ketenangan masyarakat di hari raya melalui kepastian ketersediaan energi. Erika Retnowati memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sistem kelistrikan yang dikelola PLN di wilayah ini.
“Kami mendapatkan penjelasan bahwa cadangan daya masih mencapai 48 persen, bahkan secara nasional sekitar 50 persen. Artinya, antara beban puncak dan daya mampu pasok masih sangat aman,” tegas Erika di sela-sela kunjungannya.
Guna mengawal keandalan tersebut, PLN mengerahkan 1.231 personel siaga yang terdiri dari pegawai internal hingga tim khusus Pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). PLN juga menyiapkan infrastruktur pendukung cadangan secara masif, mulai dari 36 unit gardu bergerak (UGB), 23 unit UPS, hingga 98 unit mobile genset yang disiagakan di berbagai objek vital dan lokasi strategis untuk menjamin kontinuitas layanan bagi seluruh pelanggan.
Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menjelaskan bahwa penguatan sistem dilakukan secara menyeluruh di berbagai area pelayanan.
“Di Papua ini ada sembilan area, itu total daya mampu kami 543,58 MW di seluruh sistem Papua. Kemudian kami laporkan kalau untuk di daerah Papua (Provinsi Papua) pembangkit utama kita ada PLTU, PLTMG dan beberapa PLTD yang tersebar di kota, semuanya dalam kondisi aman dan siap untuk menyuplai kelistrikan selama natal dan tahun baru. Secara kecukupan daya mampu, seluruh Papua ini cadangan dayanya kurang lebih 35 persen,” paparnya.
Selain faktor teknis, PLN juga mewaspadai potensi gangguan alam akibat cuaca ekstrem, termasuk pemantauan terhadap bibit siklon yang terdeteksi di wilayah selatan. Tim di lapangan telah melakukan pemetaan risiko dan mitigasi bencana sejak dini guna mempercepat respons pemulihan jika terjadi gangguan jaringan distribusi akibat faktor eksternal yang tidak terduga, sehingga pelayanan publik tetap terjaga.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi hijau, PLN melaporkan bahwa 32 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini telah siap melayani peningkatan pengguna kendaraan listrik di Papua selama masa libur panjang. Diksi menambahkan bahwa persebaran SPKLU telah menjangkau lokasi-lokasi vital yang mudah diakses oleh publik.
“Untuk SPKLU ada 23 lokasi. di setiap kantor PLN yang sembilan lokasi (kantor UP3), pasti ada SPKLU, adapun juga unit kami misalnya di sentani (kantor ULP) di dekat bandara, itu juga ada. dan di tempat-tempat keramaian contohnya di Mall Sorong, dan untuk di Jayapura ada di Saga Mall,” jelasnya.
Menutup tahun 2025 dengan kondisi sistem yang surplus, PLN bersama jajaran Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina juga menjadikan momentum ini untuk memperkuat visi pemerataan energi di tahun–tahun mendatang. Fokus utama ke depan adalah mengakselerasi program elektrifikasi bagi 4.200 desa di Papua yang hingga kini masih menantikan listrik, sebagai langkah nyata mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia. (*/Redaksi)

















