Example floating
BERITA

Komisi II DPR Papua: Soroti Dampak Longsor yang Mengganggu Ekonomi Kota Jayapura

155
×

Komisi II DPR Papua: Soroti Dampak Longsor yang Mengganggu Ekonomi Kota Jayapura

Sebarkan artikel ini
Wali kota Jayapura Abisai Rollo saat tinjau patahan Jalan Utama dan Longsor di Perumahan Pemda Entrop, yang akibatkan macet jalur lalu lintas, 11 Desember 2025

Paraparatv.id | Jayapura | Wakil Ketua Komisi II DPR Papua, Bambang Mujiono, menyoroti dampak longsor yang terjadi di dua titik di Kota Jayapura setelah hujan ekstrem mengguyur selama empat jam pada Rabu malam (10/12). Dua lokasi yang terdampak berada di Ring Road dan Skyland dekat kawasan Perum Geofisika dan Meteorologi Pemda IV Entrop.

Peristiwa itu menyebabkan satu ruas jalan ditutup total, sementara satu ruas lainnya hanya dapat dilalui satu arah, sehingga mengganggu mobilitas warga dan berdampak pada perputaran ekonomi di Kota Jayapura.

Bambang menjelaskan, longsor tersebut memicu dua konsekuensi besar bagi aktivitas ekonomi Menurutnya, terganggunya akses utama dari Terminal Peti Kemas menuju Sentani dan Abepura langsung berdampak pada distribusi logistik.

“Longsor karena curah hujan yang tinggi ini pertama berdampak pada pengiriman logistik, terutama akses dari Pelabuhan Terminal Kontainer menuju Sentani dan Abepura. Abepura ini pusat perputaran ekonomi, jadi pasti terasa sekali dampaknya,” ujar Bambang kepada paraparatv.id saat di wawancara di Jayapura, Jumat (12/12).

Ia berharap dinas teknis segera melakukan perbaikan agar gangguan distribusi tidak semakin mempengaruhi aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

Bambang menambahkan, dampak kedua yang dirasakan adalah terhambatnya distribusi kebutuhan pokok seperti sayur-mayur menuju Pasar Youtefa, yang merupakan pasar induk dan pusat pengendalian harga di Kota Jayapura.

“Biasanya distribusi dari Arso bisa lewat Ring Road sebagai jalur alternatif. Tapi hari ini semuanya melalui Nafri. Apalagi dengan bencana kemarin, akses Jalan Trans Papua juga belum bisa dilalui. Ini jelas menghambat,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan agar tidak menimbulkan antrean panjang kendaraan sekaligus mencegah harga kebutuhan pokok melonjak akibat pasokan terhambat.

Bambang mengajak seluruh pihak untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem dan berharap intensitas hujan tidak semakin meningkat.

“Kita berharap hujan tidak tinggi lagi untuk tidak menambah antrian panjang dari terputusnya akses jalan,”tutupnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *