Example floating
BERITASosial Budaya

HUT ke-49 KKSS Papua Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Budaya

115
×

HUT ke-49 KKSS Papua Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Budaya

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menggelar malam resepsi puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung khidmat, meriah, serta sarat makna persatuan dan pelestarian budaya.
acara berlangsung di Cafe Ulfapua di Jayapura, Sabtu (6/12).

Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Qumar, S.Ag., S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan HUT berhasil dilaksanakan meski dengan waktu persiapan yang sangat terbatas.

“Alhamdulillah, panitia hanya diberikan waktu kurang lebih 20 hari untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan, dan semuanya dapat terlaksana dengan baik, meriah, dan sukses,” ujar Hj. Qumar.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan antara lain lomba paduan suara yang diikuti hampir 13 pilar KKSS dan telah berlangsung sukses sehari sebelumnya. Selain itu, panitia juga menggelar lomba olahraga takraw pantai, yang baru pertama kali dipopulerkan dalam kegiatan KKSS.

“Takraw pantai ini merupakan cabang olahraga yang bahkan sudah dipertandingkan hingga tingkat SEA Games ASEAN. Antusiasme pilar KKSS dan masyarakat luar biasa,” katanya.

Panitia juga menyelenggarakan pameran batu mulia serta pameran alat tradisional dan benda-benda pusaka Sulawesi Selatan.

“Pameran budaya ini baru pertama kali kami laksanakan, sebagai upaya melestarikan pusaka dan warisan budaya Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Dalam rangkaian resepsi puncak, panitia turut menghadirkan kuliner khas Sulawesi Selatan yang melibatkan sekitar 18 pilar KKSS dengan hampir 3.000 sajian makanan dan kue tradisional.

“Seluruh sajian ini gratis, tidak dipungut biaya. Ribuan jenis makanan tradisional dipersembahkan sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan,” ungkap Hj. Qumar.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Kota Jayapura, Ir. Junaedi Rahim, IAI, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, pilar KKSS, serta pengurus yang selama ini menjaga kebersamaan.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak kembali mencalonkan diri pada periode berikutnya.

“Saya sudah tiga kali memimpin KKSS. Pada Musda tahun depan, saya berharap sudah ada pengganti. Namun, dedikasi dan pengabdian saya untuk KKSS akan tetap saya berikan selamanya,” tegasnya.

Menurutnya, keberlangsungan KKSS sebagai wadah persatuan harus terus dirawat oleh seluruh pilar dan ketua DPC.

“KKSS dibentuk salah satunya untuk melestarikan budaya kita. Budaya itu bukan hanya tarian, tetapi juga sikap dan perilaku orang Bugis-Makassar yang berpedoman pada nilai Siri’ na Pacce,” ujarnya.

Nilai Siri’ na Pacce mengajarkan tentang kehormatan, empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.

Senada dengan itu, Ketua BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur M, S.H., M.M., menegaskan bahwa kerukunan merupakan roh utama KKSS.

“KKSS adalah paguyuban. Kalau tidak rukun, bukan paguyuban namanya. Tidak boleh ada dualisme. Ini bukan partai politik, tetapi rumah besar bagi keluarga Sulawesi Selatan,” tegas Mansur.

Ia menambahkan, kekuatan KKSS telah terbukti secara global melalui jaringan solidaritas yang mampu membantu sesama warga Sulawesi Selatan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Ketua itu hadir sebagai kakak, sebagai orang tua yang mengayomi. Itulah filosofi KKSS,” katanya.

Mewakili Gubernur Papua, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Orgenes Kambuaya, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi KKSS di Tanah Papua.

Ia menyebut, peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa merupakan refleksi sejarah kelam akibat kekejaman kolonial, sekaligus momen untuk merayakan keteguhan dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Selatan yang tumbuh bersama masyarakat Papua.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami mengapresiasi KKSS sebagai mitra strategis pemerintah. KKSS bukan hanya paguyuban, tetapi organisasi yang tertata rapi hingga ke seluruh pelosok Indonesia bahkan mancanegara,” ujarnya.

Kehadiran warga KKSS di Papua — baik sebagai pedagang, petani, nelayan, ASN, pengusaha, hingga anggota legislatif — telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

“Nilai-nilai luhur seperti Sipatokkong, Sipatuo Sipatokkong, Mali Siparappe, dan Malilu Sipakainge’ sangat relevan dengan pembangunan Papua Baru yang Maju dan Harmonis, melalui Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua berharap kemitraan dengan KKSS terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan jejaring ekonomi rakyat.

“Papua harus tumbuh sebagai rumah bersama yang aman, inklusif, dan produktif. Selamat merayakan HUT ke-49 KKSS,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *