Paraparatv.id | Bogor | Gelaran Akbar Bola Boli Nasional, Piala Ketua Umum PP PBVSI 2025, yang berlangsung di Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor, 8 hingga 15 November 2025, tidak hanya menyajikan persaingan sengit antarklub. Ajang ini juga menjadi panggung bagi perkembangan sumber daya manusia olahraga dari wilayah timur Indonesia, khususnya Papua.
Provinsi Papua mengirimkan sejumlah wasit perwakilannya. Kehadiran wasit asal Papua dalam turnamen bergengsi ini menjadi sorotan utama. Sang pengadil lapangan, yang baru saja mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Perwasitan PBVSI, kini dipercaya untuk memimpin langsung beberapa pertandingan penting yang melibatkan 12 tim voli putra terbaik se-Indonesia.
Keterlibatan ini merupakan bukti program pemerataan kualitas perwasitan yang digalakkan oleh Persatuan Bola Volly Seluruh Indonesia (PBVSI), sekaligus motivasi bagi generasi muda Papua untuk mengejar karier profesional di bidang olahraga, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai perangkat pertandingan yang kredibel.
Piala Ketua Umum PP PBVSI 2025 diikuti oleh 12 klub putra. Mereka adalah Rajawali Z&A, Sukun Badak, Ganeksa Bhumikarta, Samator, Tectona, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, Semarang Bank Jateng, Bharata Muda, Yuso Yogyakarta, Teratai, TNI AU, dan TNI AL.
Seluruh pertandingan dilaksanakan secara terpusat di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, selama sepekan penuh, menawarkan tontonan voli berkualitas tinggi bagi para penggemar dan diliput secara langsung oleh media nasional siaran yakni MOJI TV.
Pemanggilan yang dilakukan oleh Pengurus Pusat PBVSI yakni dua utusan dari Pengprov PBVSI Papua untuk mengikuti kegiatan tersebut diantaranya, Johannes H. Winerungan sebagai RSC (Refereeing Sub Committee) dan Rio Wakhid,M.Pd Sebagai Wasit Nasional. Bimbingan Teknis (Bimtek) Perwasitan yang bertajuk “Digitalisasi Perwasitan Bola Voli Indonesia.”
“ Bimtek ini menandai langkah maju PBVSI dalam mengadopsi teknologi guna meningkatkan akurasi, efisiensi, dan transparansi keputusan wasit di lapangan.”
Ungkap Rio Wakhid dalam rilisnya yang di terima redaksi kamis,(20/11/2025)
Rio Wakhid mengatakan acara yang dihadiri 30 wasit lisensi nasional dan 5 orang wasit internasional ini bertujuan untuk membekali para pengadil lapangan dengan keterampilan operasional sistem digital terbaru, sekaligus menyelaraskan standar perwasitan Indonesia dengan praktik-praktik internasional yang sudah berbasis teknologi.
“Materi inti Bimtek kali ini terfokus pada pengenalan dan praktik langsung penggunaan sistem Electronic Score Sheet (Lembar Skor Elektronik), integrasi Video Challenge System (VCS) sederhana, dan pemanfaatan wearable technology untuk komunikasi antarwasit” ujarnya.
Selain itu tambah Rio Penggunaan ESS menjadi materi krusial. Sistem ini memungkinkan pencatatan skor dan statistik pertandingan dilakukan secara real-time dan langsung terintegrasi dengan basis data PBVSI. Hal ini secara signifikan akan mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual.
Para wasit meja dilatih secara intensif untuk mengoperasikan tablet dan software khusus yang menggantikan peran buku catatan kertas.
“Dengan sistem ini, hasil pertandingan dapat langsung dikirimkan ke media dan otoritas kompetisi segera setelah peluit akhir dibunyikan” tambahnya.
Aspek paling menarik adalah pengenalan modul Video Challenge System (VCS) versi sederhana. Walaupun belum sekompleks Proliga, para wasit utama (Wasit 1) diajarkan prosedur standar komunikasi dengan operator video untuk meninjau keputusan kritis, terutama terkait out/in dan net fault. Rio Wakhid,M.Pd Wasit Lisensi Nasional B), mengungkapkan antusiasmenya,
“VCS ini adalah impian lama. Ini meningkatkan kepercayaan diri kami. Kami bekerja lebih tenang karena tahu ada sistem yang mendukung jika keputusan kami diperdebatkan.”tuturnya.
Selain itu Bimtek juga mencakup pelatihan penggunaan sistem komunikasi nirkabel (digital headset) bagi Wasit 1, Wasit 2, dan line judge. Hal ini ditujukan untuk memastikan koordinasi yang mulus dan keputusan yang cepat dalam situasi dinamis di lapangan. Meskipun antusiasme tinggi, tantangan yang diidentifikasi adalah adaptasi terhadap antarmuka software baru, terutama bagi wasit senior. Namun, tim instruktur PBVSI memastikan pendampingan intensif akan terus dilakukan pasca-Bimtek.
Wasit perwakilan Papua mendapatkan kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuannya setelah Bimtek. Kepercayaan ini dibayar tuntas dengan performa yang tenang dan pengambilan keputusan yang tepat, minim protes dari kedua tim.
Turnamen mencapai puncaknya pada Sabtu, 15 November 2025, dengan perebutan tempat ketiga antara Tectona melawan Rajawali Z&A, dilanjutkan dengan laga final yang mempertemukan Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi melawan TNI AU. Bertindak sebagai Wasit Pertama Wasit Asal Provinsi Papua Rio Wakhid. Berhasil menuntaskan pertandingan final memperebutkan juara ketiga pada turnamen ini.
Sebagai wasit yang diutus dari papua tegas Rio Wakhid, tugas ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pengurus pusat untuk melibatkan perwakilan dari indonesia timur salah satunya Papua.
Tidak itu saja mereka juga di tunjuk sebagai perangkat pertandingan dalam Iven Bola Volli tingkat Nasional di Bogor. Dengan menjalankan tugas selalu perangkat pertandingan di iven tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dari pengurus pusat Bola Voli Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut.
Ia menyampaikan, sekembalinya ke papua seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini akan disebarluaskan di papua”.
” sekembalinya kami, akan menyampaikan kepada pengurus provinsi papua agar difasilitasi untuk membuat kegiatan bimtek tingkat daerah agar ilmu yang diperoleh bisa dibagikan kepada wasit bola voli di papua”pungkas Rio Wakhid (Rio/Nesta)
















