Example floating
KABAR MAMBERAMO RAYAPendidikan

Sergius Doromi : Program Makan Bergizi Gratis Belum Berjalan karena Dapur Umum Belum Tersedia

202
×

Sergius Doromi : Program Makan Bergizi Gratis Belum Berjalan karena Dapur Umum Belum Tersedia

Sebarkan artikel ini
Kadis Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya Sergius Doromi, S.Pd

Paraparatv.id | Mamberamo Raya | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya, Segius Doromi, S.Pd, memberikan penjelasan resmi terkait belum berjalannya Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo – Gibran.

Menurut Sergius Doromi bahwa, hingga saat ini program tersebut belum dapat diimplementasikan di seluruh satuan pendidikan di Mamberamo Raya karena ketiadaan fasilitas dapur umum sebagai sarana pendukung utama.

Dalam keterangannya kepada Media ini selasa (25/11), Segius Doromi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dalam melaksanakan program tersebut tanpa memastikan kesiapan infrastruktur dan standar pelayanan yang memadai. “Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mamberamo Raya sampai saat ini memang belum dilaksanakan. Hal ini dikarenakan dapur umum sebagai fasilitas inti belum tersedia. Kami menunggu kesiapan sarana tersebut sebelum program dapat dijalankan secara efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran dapur umum bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan prasyarat penting untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang akan didistribusikan kepada peserta didik. Fasilitas ini diperlukan untuk memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar gizi dan higienitas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

,” Pembangunan Rumah atau dapur umum sampai hari ini kami baru Survei Ada 3 lokasi dan 1 lokasinya sudah kita sepakati di burmeso, dan dua di kasonaweja, sehingga kita berharap Tim yang dari Jakarta yang sudah sempat datang dan sama sama kelayakan tempatnya dan segera dibangun.
,’

Lebih lanjut, Doromi menegaskan bahwa secara khusus di Mamberamo Raya hendaknya dalam program makan bergizi gratis nanti, hendaknya penyedia tidak diperkenankan menyediakan makan dalam bentuk kotak atau dibungkus tetapi harus disediakan dalam bentuk prasmanan.

” Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, saya berkomitmen untuk mendukung kegiatan bapak Presiden Prabowo, tapi dengan catatan tadi harus penyedian MBH siapkan dalam bentuk prasmanan atau keadaan masih dalam apa jumbo nasi dan lauk dibawa ke sekolah untuk anak anak Sekolah makan panas. Kalau di bungkus atau didalam kotak, saya menolak dengan tegas, karena kita daerah ini cukup rawan, ketika anak anak sakit sakit perut di rumah, dan datang kesekolah makan, justru kita guru dan dinas pendidikan yang diserang. Sehingga saya hal ini saya sudah sampaikan pihak TNI dan Penyedia Yang mengurus MBG ini agar kedepan tidak timbul masalah yang kita tidak inginkan bersama,” terang Sergius Doromi

Dikatakan bahwa, Dinas Pendidikan telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pihak sekolah, untuk merumuskan langkah strategis dalam percepatan penyediaan dapur umum.

Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pembangunan atau pengadaan dapur umum dapat dilakukan secepat mungkin. Tujuan kami adalah memastikan bahwa ketika program ini berjalan, seluruh tahapan pelaksanaannya telah memenuhi standar yang ditentukan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk mendukung pelaksanaan program tersebut karena dinilai memiliki manfaat besar bagi perkembangan peserta didik, terutama dalam meningkatkan asupan gizi, kesehatan, dan konsentrasi belajar.

“Program ini sangat penting bagi anak-anak kita. Karena itu, kami ingin memastikan implementasinya berjalan optimal dan tepat sasaran,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Media ini,
total siswa SD hingga SMA dikabupaten Mamberamo Raya yang tersebar di 8 Distrik ada sebanyak 11.400 lebih siswa Yang berdampak untuk diberi makan bergizi gratis, namun karena kondisi dan letak geografis kabupaten mamberamo raya yang cukup luas dann sulit dijangkau sehingga
untuk rencana awal pemberian MBG akan dikofuskan di Kasonaweja dan Burmeso dengan target Siswa 3.000 lebih siswa dan diupayakan dalam waktu dekat akan dilauching (Willy)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *