Example floating
KABAR KOTA JAYAPURA

Pemkot Jayapura Beri Reward untuk 5 Kampung Berkinerja Terbaik

108
×

Pemkot Jayapura Beri Reward untuk 5 Kampung Berkinerja Terbaik

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) memberikan reward kepada lima kampung berkinerja terbaik berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan keuangan dan pelayanan masyarakat di tingkat kampung.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., menjelaskan bahwa penilaian dilakukan terhadap 14 kampung dengan beberapa indikator, antara lain penyerapan anggaran, percepatan penanganan stunting, pelayanan pendidikan, layanan BPJS, serta pengelolaan program kampung.

“Dari proses seleksi lima kampung meraih skor tertinggi. Mereka dinilai terbaik dalam penyerapan anggaran dan pelayanan masyarakat. Pemkot memberikan insentif ADK sebagai bentuk apresiasi,” ujar Rustan.

Lima Kampung Penerima Reward dan Besaran Insentif tambahan ADK:

  1. Kampung Koya Koso – skor 74,80, insentif Rp 470.523.898
  2. Kampung Holtekamp – skor 70,40, insentif Rp 392.103.248
  3. Kampung Kayo Batu – skor 68,40, insentif Rp 313.682.598
  4. Kampung Skouw Sae – skor 68,00, insentif Rp 235.261.949
  5. Kampung Nafri – skor 67,60, insentif Rp 156.841.299

“Lima kampung ini menjadi primadona. Bagi yang belum dapat, silakan berpacu. Tingkatkan penyerapan anggaran, penanganan stunting, koperasi Merah Putih, kebersihan kampung, dan pendidikan. Tahun 2026 bisa saja berubah tergantung kinerja masing-masing,” tambah Rustan.

Ketua Komisi A DPR Kota Jayapura, Fajar Risky Wanggai, berharap kampung yang belum menerima reward dapat memperbaiki pengelolaan APBKAM, terutama terkait pertanggungjawaban, realisasi fisik, dan realisasi keuangan.

“Harapan kami, tahun depan semua kampung lebih rapi dalam administrasi dan realisasi anggaran agar mencapai target sebelum batas waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMK Kota Jayapura, Makzi Lazarus Atanay, menegaskan bahwa reward ini adalah bagian dari evaluasi kinerja, bukan sekadar penghargaan.

“Reword ini bentuk atensi. Semua data penilaian sudah ada dan akan disampaikan ke masing-masing kampung. Yang belum mendapat, tahun depan pasti bisa memperbaiki. Fokus utama kita bukan pada penghargaan, tapi perbaikan,” jelas Makzi.

“Kita ingin berjalan bersama. Tidak ada yang tertinggal. Yang sudah berprestasi terus tingkatkan, yang belum mari mengejar,” tutupnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *