Example floating
Peristiwa

Irene Sokoy Meninggal, Astus Puraro Desak DPRK Otsus Bertindak

103
×

Irene Sokoy Meninggal, Astus Puraro Desak DPRK Otsus Bertindak

Sebarkan artikel ini
Tokoh Pemuda Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Astus Puraro.

Paraparatv.id|Sentani| — Tokoh Pemuda Kabupaten Jayapura, Astus Puraro, mendesak anggota DPRK Otonomi Khusus dari Daerah Pengangkatan 1 dan 2 segera turun tangan menyikapi kematian Irene Sokoy yang diduga meninggal akibat penolakan pelayanan rumah sakit. Hal itu ia sampaikan melalui sambungan telepon pada Rabu, 26 November 2025.

Astus menilai pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayapura gagal menjamin keselamatan masyarakat, terutama perempuan Papua. Ia menyebut kematian Irene sebagai puncak dari persoalan yang selama ini diabaikan.

“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya sudah ada perempuan Papua meninggal karena tidak dapat pelayanan. Sekarang Irene Sokoy meninggal ditolak rumah sakit. DPR hanya diam,” kata Astus.

Menurutnya, anggota DPRK Otsus yang berasal dari Daerah Pengangkatan 1 dan 2 memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengawasi pelayanan kesehatan. Ia menyebut mereka tidak menjalankan mandat representasi wilayah adat. “Kalian dari wilayah adat Sentani, Pengangkatan 1 dan 2, jangan hanya hadir di acara seremonial. Nyawa sudah hilang. Kalian harus bertindak,” ujarnya.

Astus juga menyoroti kelemahan sistemik, mulai dari fasilitas dasar hingga pemanfaatan anggaran kesehatan. Ia mempertanyakan keberadaan fasilitas bekas pandemi yang tidak dimanfaatkan, serta aset kesehatan pemerintah daerah yang terbengkalai.

“Anggaran ada, tapi pelayanan tidak jalan. Aset dibangun lalu tidak dipakai. Rumah sakit menolak pasien. Itu kegagalan dan tidak ada pengawasan dari DPR,” tegasnya.

Ia meminta anggota DPRK Otsus menekan pemerintah daerah agar mengevaluasi pelayanan kesehatan dan memastikan anggaran terealisasi dalam bentuk layanan nyata kepada masyarakat.
“Kalau kalian tidak bisa awasi anggaran dan tidak bisa dorong pelayanan, lalu untuk apa kalian duduk di kursi itu?” ujar Astus.

Astus berharap kematian Irene Sokoy menjadi momentum bagi DPRK Otsus Daerah Pengangkatan 1 dan 2 untuk melakukan tindakan konkret, bukan sekadar menghadiri agenda formalitas. (Arie)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *