Paraparatv.id | Jayapura | Anggota Komisi V DPRP Provinsi Papua, Jayakusuma, menyayangkan peristiwa tragis yang menimpa seorang ibu hamil di Jayapura atas nama Irene Sokoy yang dikabarkan meninggal dunia akibat lambannya prosedur administrasi dan penolakan di beberapa rumah sakit di Jayapura. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus sorotan publik terhadap layanan kesehatan yang dinilai belum responsif terhadap kondisi darurat.
Jayakusuma menegaskan bahwa rumah sakit sejatinya harus mengedepankan penanganan medis terlebih dahulu, terutama dalam kasus kegawatdaruratan seperti pasien ibu hamil. Menurutnya, keterlambatan karena urusan administrasi tidak boleh menjadi penyebab hilangnya nyawa masyarakat.
“Ini peristiwa yang sangat kita sesalkan. Prosedur administrasi tidak boleh menghambat pelayanan, apalagi menyangkut nyawa ibu dan bayi. Rumah sakit wajib memberikan penanganan segera dan administrasi bisa dilakukan belakangan,” ujarnya sabtu, (22/11/2025).
Ia meminta Dinas Kesehatan dan manajemen rumah sakit terkait untuk memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP pelayanan, khususnya pada bagian pendaftaran dan triase darurat. Jayakusuma menilai perlu ada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.
“Komisi V akan memanggil pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan lengkap. Kita ingin memastikan bahwa ada perbaikan nyata di sistem pelayanan,” tambahnya.
Selain itu Jayakusuma juga mengutarakan bahwa, Gubernur Papua telah memberikan sebuah pernyataan bahwa rumah sakit pemerintah wajib memberikan pelayanan terlebih dahulu terhadap pasien Emergency terutama Ibu Melahirkan, sehingga dapat tertolong, meskipun demikian kasus kematian Ibu Irene Sokoy menjadi perhatian seriuss DPR untuk mendorong transparansi manajemen Ruma sakit untuk mengedepankan kasih dalam pelayanan.
Selain itu, Jayakusuma mendorong Pemerintah Provinsi Papua memperkuat pengawasan terhadap fasilitas kesehatan, memastikan semua tenaga medis memahami standar penanganan kegawatdaruratan, serta memperbaiki sarana dan koordinasi agar layanan kesehatan berjalan cepat dan tepat.
Kematian ibu hamil tersebut menimbulkan duka dan kemarahan keluarga serta masyarakat. Banyak pihak berharap kasus ini menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Jayapura dan seluruh wilayah Papua.
“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi soal nyawa. Kita semua bertanggung jawab memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang manusiawi dan cepat,” tutup Jayakusuma.(Nesta)
















