Example floating
Pendidikan

Dinas Pendidikan Provinsi Papua Dorong Penguatan Kapasitas Guru BK di Papua

494
×

Dinas Pendidikan Provinsi Papua Dorong Penguatan Kapasitas Guru BK di Papua

Sebarkan artikel ini
Christian Sohilait

Paraparatv.id | Jayapura | Dinas Pendidikan Provinsi Papua menggelar pelatihan bagi guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya permasalahan siswa, mulai dari keterlibatan dalam aksi demonstrasi hingga berbagai bentuk kenakalan remaja.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Padang Bulan, Jayapura, pada Kamis (18/9/2025) ini diikuti oleh guru BK dari Provinsi Papua dan Papua Pegunungan, dan akan dilaksanakan selama empat hari.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, menegaskan alasan mendesak pelatihan ini, merujuk pada data demonstrasi besar-besaran yang terjadi belakangan.

“Kalau kita lihat dinamika demo besar-besaran, ternyata 30 sampai 40 persen yang ditangkap adalah anak-anak usia sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, berbagai permasalahan lain yang melibatkan siswa juga semakin mengkhawatirkan, baik yang terjadi di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Ia menambahkan, kasus bullying, narkoba, perkelahian, hingga kekerasan seksual juga marak melibatkan siswa baik di dalam maupun di luar sekolah. Karena itu, peran guru BK menjadi sangat penting.

“Hari ini di mana ada bullying, kemudian narkoba, malah sampai dengan pemerkosaan, terjadi perkelahian. Karena itu guru-guru kita tolong untuk menolong anak-anak ini,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa meski ada kenakalan yang bisa dideteksi guru, namun banyak juga yang luput dari pengamatan karena keterbatasan teknik identifikasi masalah siswa.

“Ada kenakalan-kenakalan yang guru-guru bisa tahu, tapi ada yang mereka tidak bisa tahu. Kenapa mereka tidak tahu? Karena mereka tidak punya teknik untuk mengetahui bagaimana siswa itu nakal atau tidak,” paparnya.

Dalam pelatihan selama 4 hari ini, para guru BK akan mempelajari tujuh konsep pembelajaran yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani siswa. Ketujuh konsep tersebut yaitu:

  1. Kenali Potensi – melalui asesmen minat dan bakat.
  2. Kelola Emosi – dengan pembelajaran sosial emosi (SEL).
  3. Tumbuhkan Resiliensi – melalui pelatihan daya lentur.
  4. Jaga Konsistensi – lewat kebiasaan berkesadaran.
  5. Jalin Koneksi – melalui komunikasi empatik.
  6. Bangun Kolaborasi – lewat kerjasama multipihak.
  7. Menata Situasi – menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Christian menutup dengan menekankan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerjasama dengan Balai Guru Kementerian Pendidikan sebagai respon atas tantangan pendidikan saat ini.

“Kita kerja sama dengan Balai Guru Kementerian Pendidikan. Kenapa pelatihan ini kita minta untuk mereka buka saat ini,”tutupnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *