Example floating
Politik

Pergantian Ketua Fraksi NasDem DPRP Murni Hasil Evaluasi Internal Tak Berkaitan dengan PSU

238
×

Pergantian Ketua Fraksi NasDem DPRP Murni Hasil Evaluasi Internal Tak Berkaitan dengan PSU

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | DPW Partai NasDem Provinsi Papua menegaskan bahwa pergantian Ketua Fraksi NasDem DPR Papua merupakan bagian dari proses evaluasi internal partai yang rutin dilakukan, dan sama sekali tidak berkaitan dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan digelar dalam waktu dekat.

Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw, memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebut bahwa pergantian Ketua Fraksi Nasdem di DPR Papua (DPRP) berkaitan dengan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Mathius menegaskan bahwa pergantian Ketua Fraksi NasDem DPRP dari Cintya R. Talantan kepada Dwita Handayani murni merupakan hasil evaluasi internal partai terhadap kinerja fraksi.

“Pergantian dari Cintya R. Talantan kepada Dwita Handayani adalah bagian dari proses evaluasi triwulan dan semesteran yang menjadi mekanisme tetap di internal Partai NasDem. Ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan PSU. Kami tidak punya kepentingan dalam hal itu,” tegas,” tegas Mathius usai rapat persiapan Rakernas bersama anggota Fraksi Nasdem di DPRP, Senin (4/8).

Mathius menuturkan, Partai NasDem merupakan partai besar di Papua, yang selama ini telah menunjukkan capaian signifikan dalam kancah politik lokal.

Pada periode sebelumnya, NasDem berhasil menduduki peringkat pertama di DPR Papua dan saat ini berada di posisi kedua sebagai Ketua DPRP.

Dengan capaian tersebut, ia menilai penting bagi Fraksi Nasdem untuk melakukan gebrakan besar dalam mendukung pembangunan di Papua, sekaligus memperkuat eksistensi partai.

“Fraksi Nasdem harus bisa bersuara di DPRP, baik dalam menyampaikan gagasan-gagasan pembangunan daerah yang digagas pemerintah pusat dan daerah, maupun menjaring aspirasi masyarakat secara langsung,” jelas mantan Bupati Jayapura tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pergantian ini dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi triwulan dan semester yang rutin dilakukan oleh partai. Hasil evaluasi terbaru menunjukkan perlunya dilakukan penyegaran di tubuh fraksi.

“Jadi tidak serta merta dilakukan pergantian. Ini sudah melalui proses evaluasi yang matang dan mempertimbangkan berbagai aspek,” tambahnya.

Menurut Mathius, setiap anggota Fraksi Nasdem, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus siap jika sewaktu-waktu partai memutuskan untuk melakukan rotasi, sesuai aturan partai.

“Nasdem adalah partai terbuka. Siapa pun harus siap melaksanakan aturan partai, dan hal ini berlaku untuk semua kader,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mathius memastikan bahwa DPW Nasdem Papua akan tetap hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Nasdem yang akan digelar di Makassar pada 8–10 Agustus 2025, meskipun bertepatan dengan pelaksanaan PSU di Papua.

Sementara itu, Sementara itu, Wakil Ketua I DPR Papua yang juga anggota Fraksi NasDem, Beatrix Monim, mendukung sepenuhnya langkah partai dan menilai bahwa keputusan ini telah sesuai dengan mekanisme internal.

“Sebagai partai yang terbuka, mestinya semua pihak menghormati keputusan ini, bukan menggulirkan isu yang mengaitkan pergantian dengan PSU,” ujarnya.

Ia berharap pergantian ini membawa dampak positif bagi penguatan kinerja fraksi dan perkembangan Partai Nasdem ke depan. Dalam Rakernas nanti, Fraksi Nasdem Papua akan menyampaikan pandangan terkait pembangunan Papua, sebagaimana telah dijalankan dalam kerja-kerja fraksi selama ini.

“Selama satu semester ini, kami telah bekerja secara maksimal. Evaluasi dilakukan untuk membahas arah kerja fraksi ke depan dalam mengawal pembangunan di Papua,” jelas Monim.

Monim juga menegaskan bahwa Ketua DPW mengharapkan Fraksi Nasdem DPRP senantiasa menjaga nama baik partai dan berupaya mempertahankan posisi NasDem sebagai partai terbesar di Papua.

“Kami berharap seluruh kader Nasdem khususnya di DPRP bisa menjaga nama baik partai, demi pembangunan Papua yang lebih baik,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem DPRP yang baru, Dwita Handayani, menyatakan kesiapannya menjalankan keputusan partai, menekankan bahwa pergantian posisi bukan karena hal-hal di luar kinerja, melainkan bagian dari mekanisme partai yang terbuka dan dinamis.

Ia siap diganti kapanpun jika kinerjanya tidak sesuai harapan partai.

‎Senada dengan itu, Wakil Ketua Fraksi DPR Papua, Albert Merauje, menekankan pentingnya loyalitas dan kekompakan dalam menjalankan keputusan partai.

Ia menegaskan bahwa Partai NasDem memiliki aturan dan tata tertib yang jelas, dan semua kader harus mematuhinya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *